REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 menerapkan sistem penomoran akomodasi berbasis sektor untuk memudahkan jamaah haji reguler Indonesia mengenali letak hotel mereka selama di Makkah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Ihsan Faisal menjelaskan, cara termudah bagi jamaah maupun petugas yang kesulitan menghafal nama hotel adalah dengan mengingat nomornya.
Baca Juga
Jangan Sampai Ditangkap Askar, Jamaah Haji Perhatikan Larangan Berikut Selama di Masjid Nabawi
Media Ibrani Bongkar Runtuhnya Doktrin Militer Israel Akibat Perang Iran dan Badai Al-Aqsa
Yogyakarta Catat Sejarah, Embarkasi Haji Pertama Berbasis Hotel Resmi Layani Calon Jamaah
Sistem penomoran tersebut sengaja dirancang agar terintegrasi langsung dengan pembagian 10 sektor penginapan di Makkah.
"Angka pertama menunjukkan sektor, kemudian angka kedua dan seterusnya merupakan urutan hotel," ujar Ihsan di Makkah, Sabtu (25/4/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia mencontohkan, apabila seorang jamaah haji mendapatkan hotel dengan nomor 132, berarti hotel tersebut berada di sektor 1 dengan nomor urut ke-32. Begitu pula jika nomor hotelnya 222, maka akomodasi tersebut berada di sektor 2 urutan ke-22.
Secara keseluruhan, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan 177 hotel yang menaungi jamaah berbasis embarkasi. Ratusan hotel tersebut tersebar di lima wilayah, yaitu Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)