Jarang Orang Tahu, Kisah Jay Idzes dan Ibunya dalam Karier Sepak Bolanya

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com – Kerja keras dan konsistensi adalah dua kata yang paling menggambarkan sosok Jay Idzes. Bek andalan Timnas Indonesia ini kini telah menjelma menjadi figur krusial di Serie A Italia, sebuah pencapaian yang tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang dan dedikasi tinggi.

Kini membela Sassuolo di bawah asuhan Fabio Grosso, pemain kelahiran Mierlo, Belanda ini telah membuktikan kualitasnya sebagai bek papan atas.

Perjalanan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari fondasi kuat yang dibangun sejak ia masih sangat belia.

Pemain Sassuolo, Jay Idzes
Sumber :
  • sassuolocalcio.it

Sebelum mencicipi atmosfer kompetisi Italia, Jay Idzes menjalani proses pembinaan yang intens di Belanda.

Ia mengenal sepak bola sejak usia empat tahun. Bakatnya pun terendus oleh klub raksasa Belanda, PSV Eindhoven, saat ia baru berusia sembilan tahun.

"Saya sudah bermain sepak bola sejak usia empat sampai lima tahun. Dan tentu saja seperti banyak anak, mimpi saya selalu ingin menjadi pemain sepak bola profesional. Saya pergi ke sekolah, tapi saya masih bermain sepak bola dan saya sudah ditemukan PSV di umur sembilan tahun," ungkap Idzes.

Selama lima tahun di akademi PSV, Idzes menjalani rutinitas latihan dari pagi hingga siang hari. Disiplin inilah yang membentuk karakter teknis dan mentalitasnya sebagai pemain profesional sebelum akhirnya melanglang buana ke FC Eindhoven dan Go Ahead Eagles.

Di balik ketangguhannya di lapangan, Jay Idzes mengungkapkan fakta mengharukan mengenai sosok yang pertama kali mengenalkannya pada dunia sepak bola.

Ia menyebut ibunya adalah orang pertama yang membentuk dasar permainannya.

"Ibuku adalah pelatih pertamaku. Jadi jika kamu bertanya kepadanya, dia akan mengatakan aku belajar segalanya darinya," ujar Idzes dengan penuh hormat.

Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes bersama Tarik Muharemovic di Sassuolo
Sumber :
  • REUTERS/Alessandro Garofalo

Ia mengakui bahwa kecintaan sang ibu terhadap sepak bola sangat menular. Meski ia baru menyadari sepenuhnya peran sang ibu saat beranjak remaja, dampaknya bagi karier Idzes sangatlah besar dalam membentuk tekadnya untuk sukses.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belasan BUMN Keroyokan Perkuat Ekonomi Masyarakat Raja Ampat secara Berkelanjutan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jepang Kerahkan 1.400 Petugas untuk Padamkan Kebakaran Hutan di Otsuchi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jakarta Pertamina Enduro Bongkar Kunci Gelar Juara Back To Back Proliga 2026
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Respons Pemda DIY terhadap Kasus Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha: Anak Adalah Amanah yang Harus Dijaga
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Fadli Zon Tak Goyah, Koalisi Sipil Tak Gentar: Polemik Pemerkosaan Massal 1998 Menuju Banding
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.