Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan pesan mendalam pada penutupan orientasi Laga Perubahan Angkatan ke-15 di Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Pancoran, Jakarta. Dalam pidatonya, Paloh menekankan bahwa institusi partai politik memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menjadi solusi, bukan justru menambah beban hidup masyarakat.
Surya Paloh menegaskan bahwa partai politik diberikan hak istimewa (privilege) oleh konstitusi untuk mengatur jalannya negara, mulai dari memilih pemimpin hingga merumuskan undang-undang. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar kekuasaan tersebut digunakan sepenuhnya untuk meringankan beban masyarakat.
"Institusi partai politik itu harus mampu membuktikan kehadiran artinya sebagai peringan beban publik, peringan beban masyarakat. Bukan justru sebaliknya, semakin memperberat beban yang ada di tengah-tengah masyarakat itu sendiri," tegas Surya Paloh.
Kritik Keras terhadap 'Demokrasi Sampah'
Dalam kesempatan tersebut, Paloh juga melontarkan kritik tajam terhadap praktik demokrasi yang mengabaikan nilai-nilai moralitas dan kepatutan. Menurutnya, kebebasan berdemokrasi menjadi tidak berarti jika hanya digunakan untuk menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan kekuasaan.
Ia menegaskan bahwa NasDem menginginkan demokrasi yang substantif, yang mampu menghantarkan bangsa pada cita-cita kemerdekaan serta membangun rasa patriotisme di seluruh lapisan masyarakat.
"NasDem menyatakan itu demokrasi nonsense itu, itu demokrasi sampah menurut NasDem! Ndak ada gunanya demokrasi hanya untuk demokrasi. Tidak ada gunanya kebebasan hanya untuk kebebasan. Kita butuh demokrasi yang membangun kesadaran, kecintaan, dan nilai-nilai patriotisme," lanjutnya.
Tanggung Jawab dan Karakter Kader
Surya Paloh mengajak seluruh kader untuk tidak hanya mengejar kekuasaan, tetapi juga menjaga sikap jujur, objektif, dan santun. Ia mewanti-wanti para kader agar tidak "mabuk kepayang" dengan kekuasaan serta menjauhi sifat tamak dan rakus.
Menghadapi tantangan politik ke depan, termasuk siklus pemilu lima tahunan, Paloh mengingatkan bahwa keberhasilan partai tidak akan datang dengan sendirinya tanpa kerja keras yang nyata.
"Kita mau maju, itu karena tekad kita. Kita mau besar, itu karena semangat dan hasil kerja keras kita. Tanpa kerja keras, mengharapkan bulan akan datang dengan sendirinya ke pangkuan kita, sekali lagi saya katakan itu mimpi kosong di siang bolong," tutupnya.




