Negosiasi Batal, Amerika Serikat Nilai Tawaran Iran Tidaklah Menarik

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat tak mengirimkan utusannya menuju negosiasi terbaru untuk menghentikan perangnya dengan Iran. Hal ini membuat ketidakpastian terkait perang semakin kuat di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membatalkan rencana kunjungan dua utusannya ke Pakistan. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil karena perjalanan dianggap terlalu mahal dan rumit, serta tak melihat keuntungan baru dalam tawaran dari Iran.

Baca Juga: Ini Kata Trump Soal Opsi Penggunaan Bom Nuklir Amerika Serikat di Iran

"Kami membatalkan kunjungan karena terlalu banyak perjalanan dan biaya, serta tawaran mereka tidak cukup baik," kata Trump.

Ia menambahkan bahwa negara tersebut sempat memperbaiki tawarannya setelah pembatalan tersebut, tetapi menurutnya hal itu masih belum cukup.

Trump juga menyoroti kondisi internal kepemimpinan dari Iran. Menurutnya, internal politik negara tersebut tengah terpecah dan diliputi oleh kekacauan menyusul sejumlah elite mereka yang tewas oleh serangan dari Amerika Serikat.

"Ada pertikaian besar dan kebingungan dalam kepemimpinan dari Iran. Tidak ada yang tahu siapa yang memimpin, termasuk mereka sendiri. Kami memegang semua kartu, mereka tidak punya. Jika mereka ingin bicara, mereka tinggal menghubungi," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi melakukan kunjungan yang dinilai sangat produktif ke Islamabad, Pakistan. Namun ia pergi tanpa hasil signifikan karena tak melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat.

Pakistan diketahui selama ini berperan sebagai mediator dalam konflik dari Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini menjadi pukulan baru bagi upaya perdamaian yang masih menemui jalan buntu.

Ketegangan Washington dan Teheran diketahui semakin meningkat, dengan kedua negara mengancam akan melakukan penutupan atau blokadi sebagian besar jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Selat tersebut biasanya menjadi jalur bagi sekitar dua puluh persen pasokan minyak dan gas global. Arus lalu lintas dalam jalur pelayaran tersebut terhenti akibat konflik yang dimulai akibat serangan dari Israel dan Amerika Serikat ke Iran.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, sebelumnya menyebut ada sedikit kemajuan dan berharap pembicaraan dapat berlanjut dengan Iran. Namun, pembatalan kunjungan ini menandakan bahwa proses diplomasi masih menghadapi hambatan besar.

Meski demikian, pintu dialog belum sepenuhnya tertutup. Amerika Serikat dan Iran masih mempertimbangkan kelanjutan pembicaraan, termasuk kemungkinan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Beijing Isyaratkan Kapal Induk Nuklir Baru, Perkuat Ambisi di Laut China Selatan

Dengan situasi yang masih penuh ketidakpastian, prospek perdamaian jangka pendek antara kedua negara tetap rapuh, sementara dampaknya terus dirasakan oleh pasar global dan stabilitas kawasan dari Timur Tengah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Kasus Daycare di Yogyakarta Aniaya Anak Titipan, Banyak Balita yang Dilakban hingga Digrebek Polisi
• 6 jam lalugrid.id
thumb
LQ45 Dirombak: Saham Baru Dapat Durian Runtuh, Penghuni Lama Gimana?
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
ASDP dan 14 BUMN Sinergi Berdayakan Masyarakat & Lingkungan di 2 Kampung Raja Ampat
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Pencarian Mesin Gol Baru AC Milan, Gerry Cardinale Jatuhkan Pilihan ke Alexander Sorloth dan Ingin Rampung Sebelum Piala Dunia
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
500 Ribu Warga Palestina di Tepi Barat Ikuti Pemilu Lokal 2026, di Tengah Tekanan Israel
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.