Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menargetkan lahirnya kelompok kelas menengah baru dengan memberikan akses pendidikan industri elite bagi siswa dari keluarga ekonomi rendah.
Melalui program beasiswa khusus, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualifikasi tinggi.
Harapannya, para lulusan ini nantinya tidak hanya mengisi posisi sebagai buruh kasar, melainkan mampu menduduki jabatan strategis hingga level manajer di berbagai perusahaan manufaktur.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa selama ini sekolah-sekolah industri unggulan seolah sulit dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah karena keterbatasan biaya.
"Semangatnya adalah harus lahir kelas menengah baru dari Jawa Barat dari sekolah-sekolah industri unggulan. Selama ini jarang sekali masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa sekolah di situ," ujar Dedi Mulyadi dalam pernyataan resminya di Bandung, Jumat (24/4).
Saat ini, program beasiswa tersebut telah menyasar 100 siswa berprestasi. Namun, Dedi Mulyadi memproyeksikan jumlah penerima manfaat akan melonjak signifikan hingga menyentuh angka 800 siswa dalam waktu dekat.
Visi besar Gubernur Jabar ini mendapat apresiasi tinggi dari kalangan dunia usaha. Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Ning Wahyu Astutik, menilai langkah ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Menurutnya, ketersediaan tenaga kerja ahli adalah fondasi agar industri di Jawa Barat tetap kompetitif di pasar global.
Usai menghadiri Forum Industri Jawa Barat di Bale Gede Pakuan, Bandung, Kamis (23/4), Ning Wahyu menyampaikan pandangannya terhadap program tersebut.
"Beliau (KDM) fokus untuk menciptakan SDM-SDM yang berkualifikasi dengan menciptakan sekolah gratis bagi anak-anak yang mampu secara akademik. Kemudian nantinya dibentuk menjadi satu talent untuk mendukung para pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja," ungkap Ning.
Forum Industri Jawa Barat tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan wadah untuk melakukan sinkronisasi antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
Selain fokus pada kualitas tenaga kerja, forum ini juga membahas berbagai isu krusial lainnya, mulai dari penyelesaian hambatan investasi, percepatan hilirisasi industri, hingga komitmen terhadap penerapan industri hijau yang berkelanjutan di Jawa Barat. (ant/dpi)




