Kemenhaj Siapkan Klinik Satelit Untuk Pelayanan Jemaah Haji

jpnn.com
15 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan klinik satelit di setiap sektor di Makkah untuk memberikan pelayanan cepat bagi jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan.

"Kalau di sektor, rata-rata ada empat hingga lima tenaga kesehatan. Ada dokter dan perawat. Itu yang melekat di sektor," kata Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 Ihsan Faisal di Makkah, Minggu.

BACA JUGA: Pemerintah Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur dengan Penawaran Haji Tanpa Antre

Dia menjelaskan klinik satelit tersebut berfungsi sebagai lokasi pertolongan pertama bagi anggota jemaah yang sakit agar tidak perlu langsung dirujuk lebih jauh.

Namun, apabila kondisi anggota jemaah membutuhkan penanganan lanjutan dan tidak tertangani di klinik satelit, pasien akan segera dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah atau langsung menuju Rumah Sakit Arab Saudi.

BACA JUGA: Remaja Asal Bali Ini Kaget Didaftarkan Haji saat Masih SD

Dia menambahkan jumlah tenaga medis di klinik satelit tersebut di luar dari petugas kesehatan yang sudah melekat pada masing-masing kelompok terbang (kloter).

Klinik Kesehatan Haji Indonesia saat ini didukung sekitar 200 tenaga kesehatan yang dibagi untuk wilayah Makkah dan Madinah.

BACA JUGA: Khalid Basalamah Bilang Begini Ditanya Aliran Korupsi Haji ke Pejabat Kemenag

Penyediaan klinik satelit di tingkat sektor tersebut sejalan dengan kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi pada musim haji 1447 H/2026 M yang mengatur rasio pelayanan kesehatan, di mana satu klinik minimal melayani 5.000 anggota jemaah.

Dalam merespons aturan tersebut, Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo mengatakan pemerintah mendirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor di Makkah, sedangkan wilayah Madinah disiapkan lima klinik kesehatan di lima sektor.

"Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah makin optimal," ujar dia.

Untuk meningkatkan akurasi medis, petugas kesehatan kloter juga dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan penyakit (severity level). Pendekatan itu dinilai penting agar anggota jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat sasaran.

Guna menjamin mutu layanan pada operasional haji tahun ini, Pemerintah Arab Saudi juga mewajibkan adanya supervisi dari penyedia kesehatan swasta terakreditasi. Layanan kesehatan jemaah haji Indonesia akan diawasi secara langsung oleh Saudi German Hospital.

Untuk kebutuhan obat-obatan, distribusi akan dipusatkan dari KKHI di Makkah dan Madinah langsung ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di hotel masing-masing. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertamina Patra Niaga JBB Pastikan Pasokan Avtur Aman untuk Penerbangan Haji 2026


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PERDOKJASI Soroti Celah Penjaminan PAK: Salah Diagnosis Ancam Hak dan Masa Depan Pekerja
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Penggunaan Headset Terlalu Lama: Apakah Berpengaruh pada Kesehatan Telinga?
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Banyak Dipakai Dukun RI, Tanaman Ini Bisa Disulap Jadi Parfum Mahal
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasil Piala Thomas 2026: Ubed Bawa Indonesia Kalahkan Thailand
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ini Sosok Cole Tomas Allen, Pelaku Penembakan Jamuan Trump
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.