JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump batal mengirimkan utusan untuk negosiasi putaran kedua dengan Iran di Islamabad, Pakistan.
Adapun sebelumnya negosiasi putaran pertama sudah dilakukan AS dan Iran di Islamabad pada 11-12 April 2026 dan tidak mencapai kesepakatan.
"Tidak ada alasan untuk menunggu dua hari, membuat orang melakukan perjalanan selama 16,17 jam. Kita tidak akan melakukannya dengan cara itu. Kita akan melakukannya ketika mereka mau. Mereka bisa menghubungi saya," ujarnya kepada wartawan di Florida, Sabtu (24/4/2026), dilansir Viory dan ditayangkan video YouTube KompasTV.
Trump mengeklaim pembatalan tersebut karena terjadi pertikaian internal di Iran.
"Saya akan berurusan dengan siapa pun yang memimpin. Mereka tidak menyadari bahwa mereka terlibat, mereka saling bertengkar. Ada pertikaian internal yang luar biasa," katanya.
Baca Juga: Presiden Iran Peringatkan Trump, Tak akan Ada Negosiasi Damai di Bawah Ancaman dan Blokade
Terhadap pembatalan tersebut, Dubes RI untuk Amerika Serikat 2018-2019, Mahendra Siregar memandang bukan Trump yang membatalkan mengirim utusan ke Pakistan untuk negosiasi dengan Iran.
Ia menilai justru pihak Iran yang membuat negosiasi lanjutan kedua negara tersebut belum bisa dilaksanakan.
"Saya membacanya memang bukan Trump sebenarnya yang membatalkan, tapi dari pihak Iran sendiri berpandangan belum saatnya untuk bertemu lagi dalam pembahasan yang dimediasi lewat Pakistan," katanya dalam program Kompas Petang KompasTV, Minggu (26/4/2026).
Ia menilai Iran belum ingin melakukan negosiasi kembali karena prasyarat untuk masuk dalam perundingan lanjutan selama gencatan senjata belum dipenuhi.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV, Viory
- donald trump
- as
- amerika serikat
- iran
- negosiasi
- pakistan





