PGE, UGM dan Agrotekno kembangkan booster pertanian berbasis panas bumi

antaranews.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE bersama Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris menandatangani Joint Study Development Agreement Project Beyond-Katrili.

Kerja sama ketiga pihak menjadi langkah strategis untuk mengembangkan inovasi booster pertanian ramah lingkungan berbasis panas bumi.

Direktur Operasi PGEO Andi Joko Nugroho dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa hilirisasi energi menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi sumber daya Indonesia.

"Kolaborasi ini mempercepat inovasi, sekaligus menjadi implementasi visi kami dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional. Ke depan, bisnis panas bumi tidak hanya berfokus pada listrik, tetapi beyond electricity yang berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pertanian," ujar Andi.

Ia berharap Project Beyond-Katrili dapat menjadi bagian dari strategi besar perseroan, baik untuk meningkatkan produktivitas pertanian maupun memperluas pemanfaatan energi panas bumi.

"Upaya ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi dan riset berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat," katanya.

Dekan Fakultas Teknik FT UGM Prof. Selo mengatakan bahwa perguruan tinggi berperan penting dalam menjembatani riset dan implementasi teknologi di masyarakat.

"Oleh karena itu, pengembangan katrili menjadi contoh konkret integrasi energi dan pangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan di tengah dinamika global," ujarnya.

Dari sisi industri pendukung, CEO PT Agrotekno Estetika Laboratoris Alexander H. Soeriyadi melihat potensi besar kandungan silika dalam meningkatkan daya tahan tanaman dan kualitas hasil panen.

Sementara itu, Tim Peneliti FT UGM yang dipimpin Pri Utami menyatakan bahwa inovasi ini berbasis pendekatan ilmiah lintas disiplin, menggabungkan geologi, farmasi, serta pertanian untuk menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Melalui Project Katrili, ketiga pihak mengintegrasikan riset energi panas bumi dengan teknologi pertanian untuk menghasilkan booster pertanian berbasis silika geotermal yang mampu meningkatkan kualitas tanah, memperkuat daya tahan tanaman, serta mendorong peningkatan hasil panen secara berkelanjutan.

Katrili mengandung silika dan kitosan yang dikembangkan dari pemanfaatan limbah kulit udang dan kepiting yang melimpah di Indonesia.

Selain membantu mengurangi limbah, kandungan kitosan dalam katrili juga berfungsi melindungi tanaman dan meningkatkan kualitas pertumbuhan.

Adapun, penggunaannya cukup dicampur dengan air dan disiramkan langsung ke tanah, dengan takaran yang disesuaikan dengan karakteristik tanah dan jenis komoditas.

Saat ini, katrili telah diaplikasikan pada berbagai komoditas, seperti tomat varietas gustavi, kacang batik, bawang merah, dan padi.

Secara keseluruhan, proyek katrili menunjukkan peran strategis FT UGM dalam menghasilkan inovasi berdampak nyata melalui kolaborasi dengan industri.

Pemanfaatan energi panas bumi yang terintegrasi dengan sektor pertanian menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian energi, ketahanan pangan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Layanan Kesehatan Haji 2026: 40 Klinik Satelit Disiagakan Kemenhaj di Tiap Sektor Makkah
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Dortmund mantap di peringkat dua setelah cukur Freiburg 4-0
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Anggota TNI AD Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Alami Luka Memar
• 20 jam laludetik.com
thumb
Temui Wali Kota, Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ungkap Kondisi Sang Anak
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Milad ke-24 PKS, Almuzzammil: Jadi Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.