Jember: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur menetapkan status siaga darurat kekeringan menghadapi musim kemarau. Hal ini merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi kemarau ekstrem yang mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
"Mulai akhir April 2026 hingga puncaknya di bulan Agustus diprediksi akan terjadi bencana kekeringan yang cukup panjang dan ekstrem. Oleh karena itu, seluruh komponen di Kabupaten Jember sudah menyatakan siaga," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo usai memimpin Apel Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di PPG Sidomulyo, Kecamatan Silo, dilansir dari Antara, Senin, 27 April 2026.
Menurut dia, apel tersebut tindak lanjut dari instruksi Kepala BNPB Pusat untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional secara serentak di seluruh Indonesia. Peringatan ini ditandai dengan membunyikan sirine, lonceng, dan kentongan sebagai simbol kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
Baca Juga :
Antisipasi Kekeringan, BPBD Kudus Siapkan 12 Tandon Air"Selain fokus pada ketersediaan air bersih, BPBD Jember juga memberikan perhatian serius pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga kami menegaskan telah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak," ungkapnya.
Koordinasi dilakukan dengan Perhutani dan BKSDA untuk pengamanan kawasan hutan, Dinas Kehutanan Jawa Timur dan jajaran forkopimda, hingga sukarelawan dan pemangku kepentingan terkait di tingkat kecamatan hingga desa.
Edy juga memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan lereng gunung dan perbatasan hutan, agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Hal ini penting agar api tidak merembet dan menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo bersama sejumlah pihak membunyikan sirine sebagai simbol kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana saat apel Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di PPG Sidomulyo, Minggu, 26 April 2026. ANTARA/HO-Diskominfo Jember
Sebagai langkah konkret, BPBD telah menyiapkan posko-posko persiapan untuk memitigasi dampak kekeringan. Meski upaya teknis terus dimaksimalkan, pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama, untuk turut serta memanjatkan doa agar terhindar dari bencana sebagai dampak kemarau.
"Segala ikhtiar telah kami lakukan melalui simulasi dan koordinasi lintas sektor. Namun, kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar Kabupaten Jember dijauhkan dari segala marabahaya dan bencana kekeringan tahun ini. Amin," ujarnya.




