JAKARTA, KOMPAS.TV - Dubes RI untuk Amerika Serikat (AS) 2018-2019, Mahendra Siregar menyampaikan pandangannya mengenai sikap Presiden AS Donald Trump yang masih mengganjal melanjutkan negosiasi kedua dengan Iran.
Sebelumnya, segosiasi pertama sudah dilakukan kedua negara itu di Islamabad, Pakistan, pada 11-12 April 2026 lalu dan tidak mencapai kesepakatan. Namun, belum ada negosiasi lanjutan yang terjadi setelah itu.
Menurut Mahendra, saat ini Trump berusaha untuk mencari jalan keluar dari perang dengan Iran karena situasi sekarang menyulitkannya, tetapi di sisi lain Trump tetap tidak mau terlihat kalah.
Ia mengatakan beberapa hal menyulitkan itu di antaranya perang dengan Iran telah menimbulkan dampak pada ekonomi AS maupun dunia.
Mahendra juga menyinggung mengenai risiko situasi politik AS yang berpotensi tidak kondusif, serta publik yang tidak memberi dukungan untuk perang AS dengan Iran berlanjut.
"Sudah begitu banyak risiko-risiko yang akan dihadapi kalau dia eskalasi (konflik). Nah, tapi di lain pihak, karena dia adalah orang dan juga pemimpin yang tidak mau kelihatan kalah secara terbuka, tentunya perlu ada klaim yang bisa dia lakukan," ujarnya dalam program Kompas Petang KompasTV, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga: Alasan Trump Batal Kirim Utusan untuk Negosiasi dengan Iran di Pakistan
Oleh karena itu, menurutnya Trump akan fokus kepada klaim: Iran menyatakan diri tidak ingin memiliki senjata nuklir ke depannya karena peperangan kedua negara tersebut.
Di sisi lain, ia melihat Iran dalam posisi yang cukup percaya diri untuk menghadapi serangan lebih lanjut meskipun kondisi infrastruktur, militer, dan perekonomiannya tertekan.
"Jadi seakan-akan adu napas, adu tahan antara Amerika Serikat dengan segala risikonya dan Iran dengan segala risikonya," ucap dia.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV, Viory
- donald trump
- trump
- amerika serikat
- as
- iran
- negosiasi





