jpnn.com, JAKARTA - Komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto dalam mengejar target swasembada pangan dalam waktu singkat mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.
Ketua Kelompok Tani Leuit Jajaka Aditya Pratama Hermon menyatakan apresiasi tinggi atas visi besar pemerintah dalam memperkuat fondasi kedaulatan pangan nasional.
BACA JUGA: Akademisi & Mahasiswa Memuji Pemerintah yang Mewujudkan Swasembada Pangan
Visi Strategis di Tengah Krisis Global
Dalam berbagai pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar target ekonomi, melainkan pilar utama pertahanan negara.
BACA JUGA: Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Amran Siapkan 5 Strategi Jaga Swasembada Pangan
Di tengah ancaman krisis iklim dan ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok global, langkah Presiden dianggap sebagai tindakan preventif yang sangat berani.
Ketua Kelompok Tani Leuit Jajaka Aditya Pratama Hermon menyatakan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo membawa energi baru dalam birokrasi pertanian.
BACA JUGA: Kelompok Tani Harapan Bersama Panen Padi 5,5 Ton Per Hektare
"Kami melihat adanya instruksi yang jelas dan terukur. Harapan kami, di bawah komando Presiden Prabowo, ego sektoral antar-lembaga dapat dikikis habis sehingga program seperti optimasi lahan dan cetak sawah rakyat benar-benar membuahkan hasil nyata bagi kedaulatan kita," tegasnya dalam keterangannya pada Senin (27/4/2026).
Analisis Pakar: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang
Saat diwawancarai Penulis, pakar pertanian dari IPB University, Prof. Dwi Andreas Santosa, memberikan catatan penting terkait optimisme ini.
Dia menilai bahwa semangat yang ditunjukkan Presiden harus menjadi lokomotif bagi perubahan paradigma di level teknis.
"Semangat Presiden Prabowo untuk berdikari di bidang pangan adalah sinyal positif bagi dunia usaha dan petani. Namun, kunci keberhasilannya terletak pada bagaimana pemerintah mampu menciptakan ekosistem yang berpihak pada produsen pangan terkecil kita, yaitu petani. Harapan kita bersama adalah swasembada ini dicapai melalui peningkatan produktivitas yang berkelanjutan, bukan sekadar perluasan lahan secara masif tanpa pendampingan teknologi," ungkap Prof. Dwi Andreas Santosa.
Harapan Besar: Swasembada sebagai Legacy Terkuat
Narasi pembangunan pangan di era Presiden Prabowo diharapkan tidak hanya berhenti pada angka-angka statistik, tetapi juga tercermin pada ketersediaan pangan yang murah dan bergizi di meja makan masyarakat.
Selaras dengan keingingan Presiden Prabowo Subianto, terdapat beberapa poin harapan agar swasembada ini tercapai dalam periode kepemimpinan saat ini:
• Kemandirian Benih dan Pupuk: Berharap pemerintah mampu memutus rantai ketergantungan impor sarana produksi pertanian (saprotan) melalui inovasi dalam negeri.
• Regenerasi Petani: Dengan semangat kepemimpinan yang progresif, diharapkan anak muda kembali tertarik ke sektor pertanian melalui mekanisasi dan digitalisasi pertanian (Smart Farming).
• Stabilitas Harga: Harapan agar pemerintah mampu menjaga keseimbangan harga di tingkat petani (agar tetap untung) dan di tingkat konsumen (agar tetap terjangkau).
Menuju Indonesia Emas melalui Kedaulatan Pangan,
Jika semangat Presiden Prabowo ini dikawal dengan ketat oleh seluruh elemen bangsa, maka cita-cita Indonesia untuk swasembada beberapa komoditas dan mengurangi impor pangan bukan lagi sekadar mimpi.
Indonesia memiliki potensi lahan yang luas dan sumber daya manusia yang mumpuni; yang dibutuhkan hanyalah kepemimpinan yang memiliki kemauan politik (political will) yang kuat sesuatu yang kini terlihat jelas dalam sosok Prabowo Subianto.
"Kita semua menaruh harapan besar. Jika urusan perut rakyat sudah terjamin secara mandiri, maka langkah Indonesia menuju negara maju akan menjadi jauh lebih ringan. Ini adalah momentum emas bagi sektor pertanian kita,"(fri/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




