Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mendorong pemanfaatan cerita dan identitas budaya dari Indonesia Timur sebagai kekuatan ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat global.
Hal itu disampaikannya saat berdiskusi bersama diaspora Ternate dan Tidore dalam forum "Bacarita Basudara" yang digelar di Jakarta, Minggu, 26 April 2026.
Irene menegaskan, ekonomi kreatif menjadi sarana untuk membawa kekayaan cerita lokal ke panggung dunia tanpa harus meninggalkan daerah asal.
"Ekonomi kreatif adalah cara kita membawa cerita dari Timur ke forum global. Kita harus bergerak sebagai satu Indonesia dengan semangat gotong royong," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 27 April 2026.
Ia juga menekankan pentingnya strategi bersama dalam mempromosikan potensi daerah, termasuk melalui penyatuan branding dan penggunaan hashtag kolektif agar aset budaya dan digital Indonesia Timur dapat dikenal lebih luas secara masif.
Menurut Irene, forum diskusi seperti "Bacarita Basudara" menjadi ruang penting untuk melahirkan ide-ide besar dari percakapan yang setara dan santai. Dengan konsep "Ngobrol Tanpa Panggung", kegiatan ini membuka ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi dan realitas di daerahnya.
"Kita ingin memastikan suara dan realita dari Timur mendapatkan panggung yang jujur dan setara dalam pembangunan ekonomi kreatif nasional," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Irene juga menyerap langsung berbagai aspirasi pemuda melalui sesi "Dengar Teman Bacarita Punya Story". Aspirasi tersebut akan diterjemahkan menjadi inisiatif kolaboratif yang difasilitasi Kementerian Ekraf.
Kemudian ia menyebut, salah satu langkah konkret yang didorong adalah pengembangan produk kreatif limited edition serta wisata eksklusif berbasis digital guna menciptakan bisnis yang kompetitif dan berkelanjutan di pasar global.
Lebih lanjut, Irene menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia Timur melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga jaringan kreatif.
"Kolaborasi ini penting agar talenta muda di berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, sekaligus menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional," tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews





