JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk periode 28 April hingga 4 Mei 2026.
Dalam periode ini, zona dengan kategori Frequent (FRQ >75%) masih terdeteksi, namun menunjukkan pergeseran signifikan ke wilayah laut dan pesisir.
Kondisi ini menandakan potensi cuaca ekstrem tetap tinggi, tetapi dengan pola yang berbeda dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Jika sebelumnya wilayah daratan seperti Kalimantan dan Sumatera turut masuk kategori intensitas tinggi, kini potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus justru berada di kawasan perairan.
Baca Juga: BMKG Prediksi Jakarta Selatan Hujan Petir 27 April 2026, Wilayah Lain DKI Berawan-Hujan Ringan
Zona Intensitas Tinggi Terkonsentrasi di LautBMKG mencatat wilayah dengan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus kategori tinggi meliputi:
- Laut Bali
- Laut Banda
- Maluku
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten
Dari daftar tersebut, hanya Maluku yang termasuk wilayah daratan, sementara sisanya laut dan samudra. Pergeseran ini menunjukkan aktivitas konveksi kuat lebih aktif terjadi di wilayah perairan.
Awan Cumulonimbus merupakan awan vertikal yang identik dengan badai. Awan ini mampu memicu hujan lebat dalam waktu singkat, disertai petir dan angin kencang.
Dalam kondisi tertentu, fenomena ini juga dapat menyebabkan hujan es serta gangguan jarak pandang.
Dengan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus berada di wilayah laut, dampak yang perlu diwaspadai terutama berkaitan dengan aktivitas pelayaran, nelayan, serta wilayah pesisir adalah potensi hujan lebat dan angin kencang secara tiba-tiba.
Baca Juga: BMKG: 7 Wilayah Waspada Hujan Lebat Senin 27 April 2026, Ada Dua Sirkulasi Siklonik
Tersebar di Sebagian Besar Wilayah IndonesiaDi luar kategori FRQ, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kategori occasional (OCNL 50–75%), yang berarti potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus masih luas meskipun tidak dominan.
Di Sumatera, wilayah yang masuk kategori OCNL mencakup:
- Aceh
- Bengkulu
- Jambi
- Lampung
- Riau
- Kepulauan Bangka Belitung
- Kepulauan Riau
- Sumatera Barat
- Sumatera Selatan
- Sumatera Utara
Di Pulau Jawa dan Bali, seluruh wilayah masuk kategori OCNL, yakni:
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
Sementara itu, seluruh provinsi di Kalimantan, juga masuk kategori OCNL, yakni:
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca BMKG
- cuaca ekstrem
- peringatan cuaca BMKG
- cuaca 28 April 2026





