IHSG Menguat, Ratusan Saham Kompak Naik

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Indeks Saham Dibuka Melaju 1 Persen Menjelang Keputusan Suku Bunga Federal Reserve

Pasar ekuitas Indonesia mengawali perdagangan pekan ini dengan performa positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak di zona hijau pada pembukaan perdagangan Senin, 27 April 2026, mencatatkan kenaikan signifikan di tengah penantian investor terhadap sejumlah kebijakan moneter global dan eskalasi ketegangan di Timur Tengah.

IHSG dibuka menguat 71,53 poin atau setara 1% ke posisi 7.201,02. Data perdagangan menunjukkan optimisme pasar yang cukup luas dengan 374 saham bergerak menguat, 

sementara 189 saham terkoreksi dan 396 saham lainnya stagnan. Volume transaksi di awal sesi mencapai 1,56 miliar saham dengan total nilai mencapai Rp1,95 triliun, yang mendorong kapitalisasi pasar melambung ke angka Rp12.883 triliun.

Pekan perdagangan kali ini akan berlangsung lebih singkat, hanya empat hari kerja, menyusul libur nasional Hari Buruh yang jatuh pada Jumat mendatang.

Sentimen Global dan Penantian Kebijakan The Fed

Para pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada serangkaian rilis data ekonomi penting dan agenda bank sentral utama. 

Pada hasil pertemuan The Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat. Ekspektasi pasar cenderung berhati-hati mengingat inflasi AS yang masih kokoh di atas target, ditambah lagi dengan tekanan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

"Keputusan The Fed pekan ini merupakan katalis krusial bagi arah pasar global," sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Jika otoritas moneter AS tersebut memberikan sinyal untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer), maka dolar AS berpotensi menguat lebih jauh. 

Kondisi ini dikhawatirkan akan memberikan tekanan tambahan bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk Rupiah. 

Namun, jika terdapat nada yang lebih moderat (dovish) karena kekhawatiran pelambatan ekonomi, aset berisiko di pasar berkembang (emerging markets) diperkirakan akan mendapatkan momentum penguatan.

Kebuntuan Diplomasi AS-Iran

Di sisi lain, risiko geopolitik tetap membayangi sentimen investasi. Harapan akan adanya terobosan diplomatik antara Washington dan Teheran kembali meredup. 

Presiden AS Donald Trump dilaporkan membatalkan agenda kunjungan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan akhir pekan lalu dengan alasan efisiensi biaya dan perjalanan.

Langkah ini menjadi hambatan baru bagi proses perdamaian, menyusul pernyataan tegas dari Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. 

Pezeshkian menegaskan kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bahwa Iran tidak akan tunduk pada negosiasi yang dilakukan di bawah tekanan atau blokade ekonomi.

"Washington harus terlebih dahulu menghapus hambatan operasional, termasuk blokade pelabuhan, sebagai syarat dasar penyelesaian masalah," tegas Pezeshkian.

Hingga saat ini, kedua negara masih berada dalam titik temu yang buntu. Iran tetap menutup sebagian akses di Selat Hormuz jalur vital bagi seperlima pasokan energi dunia sementara AS masih memperketat sanksi ekspor minyak terhadap Teheran. 

Ketegangan yang berakar dari konflik udara pada Februari lalu ini terus menjaga harga komoditas energi di level tertinggi, yang pada gilirannya mengancam pertumbuhan ekonomi global melalui tekanan inflasi.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Kepala KSP, Dudung Abdurachman Akan Buka Aduan Warga 24 Jam
• 52 menit laludetik.com
thumb
Marak Narkoba di Kelab Malam, Sahroni: Tutup dan Cabut Izin Semua yang Bermasalah
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Toba Pulp PHK Karyawan Usai Izin Konsesi Dicabut, Berlaku Efektif Mei
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Aksi Pria Palak Ojol dan Banting Gitar Pengamen Berujung Dipukuli
• 19 jam laludetik.com
thumb
Peringati Hari Bumi, Pemkot Surabaya dan Bumbi Deklarasikan Gerakan Kurangi Pemakaian Pembalut Sekali Pakai
• 23 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.