Keamanan Pangan Bukan Main-Main, Tiap Tahun Kerugian Sampai Triliunan

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Deputi Bidang Koordinasi Ketenagakerjaan dan Kemanan Pangan, Nani Hendiarti memberi pemaparan dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kemenko bidang Pangan menyoroti Kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan. Disebutkan, pada periode Agustus-Oktober 2025 terjadi peningkatan KLB keracunan makanan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Karena itu, Tim Koordinasi Nasional (TKN) yang diketuai Kemenko Pangan memprioritaskan penanganan mitigasi KLB keracunan makanan. Yaitu, dengan mewajibkan Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS).

Deputi bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko bidang Pangan Nani Hendiarti menjelaskan, terbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG menekankan pentingnya jaminan keamanan pangan.


Hal itu disampaikannya dalam forum Food Summit 2026 CNBC Indonesia dengan tema "Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework" di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Nani mengungkapkan, urgensi keamanan pangan dalam mendukung ekonomi berkelanjutan di Indonesia mencakup pencegahan bahan pangan yang tidak aman dikonsumsi masyarakat, epengawasan keamanan pangan nasional, serta maraknya kejadian keracunan pangan di Indonesia.

"Dampak keracunan pangan di Indonesia menimbulkan kerugian Rp2,4-3,1 triliun per tahun," kata Nani.

Data tersebut hanya mencakup biaya biaya pengobatan KLB keracunan pangan. Data tersebut merupakan hasil Kajian Litbang Kemenkes tahun 2022.

Tak berhenti di situ, sambungnya, keracunan pangan juga memicu kerugian lanjutan lain.

Nani mengutip data WHO yang mencatat kerugian akibat pangan tidak aman.

"Dampaknya cukup besar. Rata-rata 1,6 juta orang sakit per tahun. Jadi, perlu diingatkan. Banyak jenis penyakit, anak di bawah 5 tahun terdampak, terkena penyakit akibat bawaan pangan," ujar Nani.

Menurut WHO, sambungnya, dampak kesehatan akibat makanan tidak aman memicu munculnya 200 jenis penyakit, mulai dari diare sampai kanker.

Dan, memicu kematian bagi setidaknya 340 anak usia sampai 5 tahun akibat penyakit bawaan pangan.

Baca: Deputi Kemenko Pangan Buka-Bukaan Pentingnya Keamanan Pangan
Foto: Deputi Bidang Koordinasi Ketenagakerjaan dan Kemanan Pangan, Nani Hendiarti memberi pemaparan dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)


(dce/dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: 52,37% Dapur MBG Telah Kantongi Sertifikat Higiene

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tips Pilih Daycare Aman untuk Anak
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dortmund mantap di peringkat dua setelah cukur Freiburg 4-0
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
BNI (BBNI) Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Perseroan
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Ada 164 Konser K-Pop di RI Sepanjang 2016-2026, Paling Sering di ICE BSD
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Belanja Makin Hemat di Transmart, Pakai Allo Paylater Diskon 20%
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.