JAKARTA, DISWAY.ID - Lonjakan biaya kemasan plastik menjadi salah satu faktor utama penyebab naiknya harga minyak goreng di pasar domestik.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, mengatakan bahwa kenaikan harga minyak goreng domestik sulit dihindari karena terjadi lonjakan harga kemasan plastik.
Ia menjelaskan, lonjakan harga kemasan plastik ini berasal dari hulu akibat tekanan dari ketidakstabilan geopolitik dan gangguan pada rantai distribusi.
Esther Sri Astuti meyakini, lonjakan harga kemasan plastik akan mendorong pelaku industri nasional untuk mencari alternatif kemasan yang lebih efisien sebagai solusi jangka panjang.
"Hal ini juga memicu penggunaan kemasan yang lebih efisien karena naiknya biaya plastik," katanya di Jakarta, Senin, 27 April 2026.
BACA JUGA:Mahalnya Kemasan Plastik Picu Kenaikan Harga Minyak Goreng, Imbas Konflik AS-Iran
Ia mengingatkan kepada pemerintah supaya segera mengambil langkah penanganan yang tepat.
Mengingat kenaikan harga minyak goreng ini berpotensi memicu inflasi, meningkatkan biaya hidup rumah tangga, dan membebani UMKM kuliner akibat kenaikan biaya produksi.
Esther menambahkan secara makro, kenaikan harga minyak goreng ini bisa mendorong inflasi, menurunkan tingkat konsumsi masyarakat, serta menahan laju pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
"Beban pengeluaran harian masyarakat berpotensi akan meningkat karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, menekankan bahwa kenaikan harga minyak goreng domestik perlu segera ditangani secara serius oleh pemerintah.
BACA JUGA:Selat Hormuz Dibuka, Rantai Pasok Energi Global Kembali Stabil dan Harga Minyak Turun
Karena iru, ia meminta pemerintah untuk terus mengawasi dengan ketat rantai pasok minyak goreng.
Mohammad Faisal menjelaskan bahwa selain karena lonjakan biaya kemasan plastik dari sektor hulu, kenaikan harga minyak goreng juga disebabkan oleh persoalan pada jalur distribusi.
"Pemerintah perlu mengawasi lebih ketat rantai pasok minyak goreng ini. Jalur distribusi rantai pasok minyak goreng ini kan tidak dalam kendali pemerintah, tetapi dikendalikan oleh pelaku swasta yang menguasai bisnis ini dari hulu sampai ke hilir," paparnya.
- 1
- 2
- »





