BI Berikan Peringatan Keras Soal Kondisi Ekonomi Global

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

BI memberikan peringatan keras mengenai kondisi ekonomi global yang tengah menghadapi ketidakpastian tinggi serta ancaman perlambatan.

BI Berikan Peringatan Keras Soal Kondisi Ekonomi Global (FOTO:Dok Anggi)

IDXChannel – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberikan peringatan keras mengenai kondisi ekonomi global yang tengah menghadapi ketidakpastian tinggi serta ancaman perlambatan. 

Perry menegaskan bahwa situasi dunia saat ini sedang dalam kondisi yang tidak ideal. Menurut Perry, kombinasi dari kebijakan tarif perdagangan, memburuknya situasi geopolitik, serta dampak berkepanjangan dari konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang memicu ketidakstabilan ini.

Baca Juga:
OJK Sebut Pengawasan Perbankan Bakal Diperketat

"Dampak konflik Timur Tengah sungguh dicermati dan waspadai tidak hanya minyak tinggi dan tingginya suku bunga AS dan aliran modal keluar dan tekanan ekonomi kita (RI)," kata Perry dalam acara National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), Senin (27/4/2026). 

Menyikapi tekanan eksternal tersebut, Bank Indonesia mengidentifikasi tiga tantangan besar yang harus segera dihadapi oleh pemerintah dan pelaku industri di Tanah Air.

Baca Juga:
Cek Harga Emas Pegadaian dan Antam di Awal Pekan

Pertama, Resiliensi Sektor Usaha merupakan upaya membangkitkan kembali pelaku usaha serta memastikan pembiayaan pada proyek-proyek prioritas untuk menjaga stabilitas.

Kedua, Daya Beli dan Investasi untuk memperkuat tingkat konsumsi masyarakat domestik sekaligus menciptakan iklim yang kondusif bagi peningkatan investasi.

Baca Juga:
Box Office Michael Raih USD217 Juta Secara Global

Terakhir, Implementasi Kebijakan untuk memastikan setiap kebijakan yang telah dirumuskan dapat dieksekusi secara cepat dan akurat di lapangan.

Sebagai langkah konkret untuk memitigasi risiko global, Bank Indonesia meluncurkan program Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI). Program ini merupakan bentuk sinergi lintas sektoral yang melibatkan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), badan pengelola investasi Danantara, serta para pelaku usaha dan investor.

Fokus utama PINISI adalah memperkuat basis ekonomi domestik melalui percepatan arus pembiayaan dan realisasi proyek strategis nasional.

"PINISI kita manfaatkan kita lakukan dan akan lakukan apakah program yang sudah disiapkan pemerintah. Termasuk ekosistem Danantara bisa berkembang untuk ekonomi tinggi. Bersama kita cari solusi terbaik. PINISI kita harapkan dapat melakukan interaksi baik dalam kesepakatan, pembiayaan, dan realisasi proyek," ujar Perry.

Melalui program ini, BI berharap terjalin interaksi yang lebih efektif antara penyedia modal dan sektor riil, sehingga target pertumbuhan ekonomi tetap terjaga meskipun dinamika global terus memberikan tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal keluar dari Indonesia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPBD Kudus Antisipasi Kekeringan Akibat El Nino Godzilla
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Pelarian WNI Buron Kasus Love Scam Berakhir di Thailand
• 6 jam laludetik.com
thumb
Daycare Tak Lagi Aman? Saatnya Negara Serius Lindungi Anak
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
3 Kebiasaan Orang Tua untuk Membuat Anak Jadi Tangguh dan Cerdas Menurut Psikolog Harvard
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Hamil, Satu Calon Haji Asal Samarinda Terpaksa Menunda Keberangkatan ke Tanah Suci | SAPA PAGI
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.