Seorang pemilik percetakan bernama Fauzi menjadi korban pencurian sepeda motor oleh seorang pelaku yang berpura-pura menjadi pelanggan. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (26/4) sekitar pukul 21.06 WIB.
Fauzi bercerita, saat kejadian pelaku datang ke percetakannya berpura-pura ingin menjilid buku. Namun ia kemudian berkata bahwa ponselnya tertinggal di rumah.
"Lalu dipinjamlah motor sama korban buat ambil hpnya dengan jaminan ninggalin tas di toko," ujar Fauzi kepada kumparan, Senin (27/4).
Saat meminjamkan motor itu, korban mengaku merasa seperti dihipnotis. Ia baru sadar setelah karyawan toko di sebelahnya bertanya motornya dibawa oleh siapa.
"Setelah cek CCTV ternyata pelaku udah celingak-celinguk duluan sebelum akhirnya beraksi," jelasnya.
Ia kemudian memeriksa isi tas yang dijadikan jaminan oleh pelaku, yang isinya berupa topi loreng, celana jeans, kaus, dan tanda pengenal polisi palsu. Tak ada identitas apa pun di dalamnya.
Fauzi bercerita, menurut karyawan percetakan lain, pelaku sempat beraksi lagi di jam yang sama sekitar pukul 22.30 WIB di sekitar Pasar Pagi Rawamangun, sekitar 750 meter dari lokasi awal. Karyawan tersebut mengenali pelaku berdasarkan pakaian dan perawakannya yang sama persis.
"Tapi aksi pelaku gagal karena calon korban itu nggak kasih pinjem motornya," kata dia.
Berikut ciri-ciri pelaku pencurian motor yang terekam CCTV:
Pria berumur sekitar 25-30 tahun
Berperawakan kurus tinggi
Potongan rambut pendek dan rapi
Mata agak sayu
Ada tanda hitam di jidat
Saat kejadian ia mengenakan setelan batik yang dilapisi jaket hitam dan celana bahan berwarna hitam.
Siang ini korban akan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulogadung.





