VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan insiden penembakan di acara makan malam wartawan Gedung Putih yang digelar di sebuah hotel di Washington DC pada Sabtu malam, untuk mendorong rencananya membangun ruang dansa besar (ballroom) di sebelah Gedung Putih.
Proyek bernilai triliunan yang kontroversial itu sebelumnya telah menghadapi sejumlah gugatan hukum, dan ditentang sebagian besar warga AS, menurut jajak pendapat.
"Apa yang terjadi tadi malam adalah alasan mengapa Militer kita yang hebat, Dinas Rahasia, Penegak Hukum, dan, karena alasan yang berbeda, setiap Presiden selama 150 tahun terakhir, telah MENUNTUT agar ruang dansa yang besar, aman, dan terjamin dibangun DI HALAMAN GEDUNG PUTIH," tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada hari Minggu, 26 April 2026 dilansir Al Jazeera.
Proyek ruang dansa Gedung Putih yang menjadi proyek impian Trump selama masa jabatan keduanya digugat oleh National Trust for Historic Preservation.
Gugatan kelompok pelestarian, yang diajukan tahun lalu, menuduh Gedung Putih melanggar hukum ketika memulai pembangunan ruang dansa dan bunker tanpa mengajukan rencana ke Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional dan dengan menolak untuk meminta otorisasi dari Kongres.
Pengadilan distrik pada Maret 2026, memerintahkan penghentian pekerjaan pembangunan ruang dansa di atas permukaan tanah area Gedung Putih karena menyalahi aturan dan harus dengan persetujuan Kogres. Namun pengadilan banding AS untuk Distrik Columbia menangguhkan putusan tersebut dan mengizinkan pemerintah untuk melanjutkan seluruh proses pembangunan emi alasan keamanan nasional.
Pembangunan ruang dangsa itu diperkirakan akan berlanjut hingga sidang berikutnya, yang dijadwalkan akan berlangsung pada 5 Juni.
Sayap Timur Gedung Putih, yang dibangun pada tahun 1902, dihancurkan pada bulan Oktober untuk pembangunan ruang dansa senilai jutaan dolar, yang akan memiliki kapasitas untuk 1.350 tamu.
Gedung Putih mengatakan proyek tersebut diperkirakan menelan biaya $400 juta (Rp6,8 triliun) dan didanai sepenuhnya oleh donatur swasta.
Ruang dansa senilai $400 juta itu telah menjadi proyek impian Trump selama masa jabatan keduanya. Ia bertekad membangun tempat pertemuan skala besar untuk Presiden dan para pemimpin dunia, yang "aman dan terjamin".




