OJK Bidik Pasar Modal Biayai Rp1.812 Triliun untuk Kebutuhan Investasi Nasional

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pasar modal menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan nasional dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan proyeksi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, kebutuhan investasi nasional pada periode 2025–2029 diperkirakan mencapai Rp47.573 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan di tengah keterbatasan kapasitas pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pasar modal diharapkan mampu mengambil peran lebih besar melalui berbagai instrumen pendanaan, seperti saham, obligasi, dan instrumen efek lainnya.

“Angka targetnya ada di sekitar 3,81 persen atau setara dengan dukungan sejumlah Rp1.812 triliun,” kata Hasan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Menurut dia, target tersebut mencerminkan besarnya potensi pasar modal sebagai salah satu pilar strategis dalam mendukung pembiayaan ekonomi nasional. Langkah itu sekaligus memperluas sumber pendanaan di luar pembiayaan pemerintah dan perbankan.

“Dalam rangka memperkuat kredibilitas pasar modal sebagai salah satu pilar pendukung pembiayaan ekonomi nasional tersebut, kami di OJK bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan lainnya telah menetapkan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: BEI Catat Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 26,1 Juta per 24 April

Baca Juga: Indonesia Lolos dari Downgrade FTSE, Pasar Modal RI Dapat Angin Segar

Baca Juga: OJK Jatuhkan Sanksi Rp78,68 Miliar untuk Kasus Manipulasi dan Pelanggaran Pasar Modal

Rencana aksi tersebut dirancang untuk meningkatkan kredibilitas dan integritas pasar modal, memperkuat perlindungan investor, serta mendorong praktik pasar yang lebih transparan dan setara dengan standar global.

“Tentu diharapkan mampu mendorong kesetaraan praktik yang ada di pasar modal kita dengan standar global,” tutur Hasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Batang pastikan 949 calhaj penuhi syarat kesehatan  
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Banyak Dipakai Dukun RI, Tanaman Ini Bisa Disulap Jadi Parfum Mahal
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pria Bawa Sabu Senilai Rp1 Miliar di Kap Motor Ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih DPO
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Temukan Vape Narkoba di TKP Penyekapan Gadis oleh WNA
• 15 menit laludisway.id
thumb
Jepang Kerahkan 1.400 Petugas untuk Padamkan Kebakaran Hutan di Otsuchi
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.