Gubernur Kaltim Minta Maaf atas Polemik Pengadaan Kursi Pijat Rp 125 Juta

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, buka suara terkait anggaran pengadaan untuk renovasi rumah dinasnya. Salah satu yang mendapat sorotan adalah pengadaan kursi pijat senilai Rp 125 juta.

Hal tersebut turut mendapat teguran keras Wamendagri Bima Arya. Ia mendesak Gubernur Kaltim untuk segera mengkaji ulang anggaran bernilai fantastis tersebut. Jika fasilitas itu terbukti tidak termasuk dalam skala prioritas dan tidak membawa manfaat langsung bagi warga, Bima meminta agar pengadaannya dibatalkan.

​"Kami meminta Pak Gubernur untuk betul-betul mempertimbangkan kembali, mengkaji kembali ya. Semua kan bisa disesuaikan. Ya kalau tidak prioritas ya batalkan saja, ya. Kalau tidak dirasakan oleh warga ya tidak usah dilanjutkan lagi," ujar Bima usai memimpin Upacara Puncak Hari Otonomi Daerah (Otda) XXX di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (27/4).

Rudy pun menanggapi dengan mengucapkan permintaan maaf apabila hal tersebut menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan masyarakat.

Ia kemudian memutuskan untuk menanggung renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan, termasuk pengadaan kursi pijat dan akuarium air laut.

Ia juga menyebut akan menghilangkan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemprov Kaltim, termasuk wakil ketua tim ahli gubernur untuk percepatan pembangunan.

"Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas, agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama," ucapnya.

Berikut pernyataan lengkap Rudy dalam unggahan di akun media sosial pribadinya, seperti dilihat pada Senin (27/4):

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ayahanda, Ibunda, dan adik-adik masyarakat Kalimantan Timur yang saya hormati. Beberapa hari terakhir, saya mengikuti berbagai perhatian, masukan, dan juga kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagai gubernur, saya memahami, ketika menyangkut kebijakan dan penggunaan fasilitas publik, wajar jika muncul pertanyaan, bahwa kritik yang keras itu adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap daerah yang kita cintai bersama.

Beberapa hari ini saya banyak merenung. Saya menyadari ada hal-hal yang perlu saya perbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi. Untuk itu, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi. Saya juga memahami di tengah masyarakat masih banyak kebutuhan dasar yang harus kita benahi.

Oleh karena itu, ketika muncul informasi terkait renovasi rumah jabatan dengan nilai yang cukup besar, termasuk di dalamnya beberapa item yang menjadi sorotan seperti kursi pijat dan akuarium air laut, wajar jika hal tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan pertanyaan di masyarakat. Perlu kami sampaikan secara jujur, bahwa perencanaan paket renovasi rumah dinas Rp 25 miliar tersebut memang sudah ada sebelum kami menjabat. Namun, saya menyadari, sebagai gubernur saat ini, tanggung jawab tetap ada pada saya. Saya juga harus meneliti lebih dalam, memilah, dan memastikan prioritasnya benar-benar sesuai dengan rasa keadilan masyarakat. Karena itu, saya tidak mencari alasan, ini adalah tanggung jawab saya.

Sebagai bentuk komitmen, saya akan mengambil langkah:

Pertama, saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan, termasuk kursi pijat dan akuarium air laut. Seluruh item dalam paket renovasi akan kami evaluasi dan audit ulang secara terbuka agar masyarakat dapat melihat dengan jelas dan ikut mengawasi. Ke depan, kami juga akan melakukan penyesuaian agar penggunaan anggaran fasilitas pimpinan lebih sederhana dan lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Kedua, sebagai bentuk menjaga kepercayaan publik, mulai esok, saya juga akan meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk wakil ketua tim ahli gubernur untuk percepatan pembangunan. Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas, agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama.

Masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat saya terima sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap Kalimantan Timur.

Terkait dengan pernyataan saya sebelumnya, yang dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional dan menimbulkan penafsiran yang kurang tepat, saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya. Saya menegaskan bahwa tidak ada maksud sedikit pun untuk membawa atau membandingkan pihak mana pun ke dalam konteks yang tidak semestinya. Ke depan, saya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.

Saya berkomitmen untuk bekerja lebih teliti, lebih peka, dan lebih mendahulukan apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kalimantan Timur. Mohon doa dan dukungan untuk meneruskan program-program kita dan memastikan setiap manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Timur.

Terima kasih, akhirul kalam, wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bernardo Tavares Tebar Ancaman, Persebaya Siap Kejutkan Arema di Stadion Dipta
• 22 jam lalubola.com
thumb
Jemaah Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Salat Arbain di Nabawi
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Siapa Siti Mawarni? Lagu Kritik Narkoba yang Viral di Sumut dan Jambi
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemerintah Berencana Tambah Kuota Program Magang Nasional 2026-2027
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
IHSG Dibuka Menguat 0,41 Persen, Tembus Level Psikologis 7.150
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.