Liputan6.com, Jakarta - Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP Nurdin menekankan, Indonesia memiliki perbatasan laut dengan sepuluh negara dan perbatasan darat dengan tiga negara. Menurut dia, dibutuhkan tata kelola yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
"Pembangunan perbatasan tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," ujar Nurdin seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).
Advertisement
"Tanpa ekonomi yang maju dan produktivitas yang tinggi, kesejahteraan akan lama kita capai. Karena itu, membangun perbatasan berarti membangun ekonomi rakyatnya," imbuhnya.
Nurdin pun mendorong pemanfaatan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan bagi mahasiswa.
Sebab, kata dia, pergerakan orang dan barang yang terus meningkat di PLBN Terpadu merupakan indikator kemajuan ekonomi sekaligus peluang emas yang perlu dikelola secara optimal, khususnya di PLBN Motaain dan Motamasin yang menjadi sentra pertumbuhan ekonomi di NTT serta pemasok utama kebutuhan Timor Leste.
"Masa depan Indonesia bukan hanya Jakarta. Masa depan Indonesia berada di garis batas wilayah negara. Seperti semboyan BNPP, Kita Jaga Wilayahnya, Kita Sejahterakan Rakyatnya," terang Nurdin.




