Trump: Kebencian Putin dan Zelenskiy Tidak Masuk Akal, Hambat Negosiasi Rusia-Ukraina

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali mengatakan bahwa ada permusuhan yang besar antara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Hal tersebut membuat sulit perdamaian untuk hadir antara Moskow dan Kiev.

Trump mengatakan bahwa baru-baru ini  dirinya melakukan percakapan yang baik dengan keduanya, dalam upaya menyelesaikan perang dari Rusia dan Ukraina.

Baca Juga: Soal Penembakan di Gala Dinner, Trump: Bukti Kinerja Saya Telah Mengubah Amerika Serikat

"Kami sedang mengerjakan situasi Rusia dan Ukraina. Mudah-mudahan kami akan berhasil," kata Trump.

Trump sendiri tidak mengungkapkan kapan terakhir kali ia berbicara dengan Putin dan Zelenskiy. Namun menegaskan komunikasi tersebut berjalan positif.

"Saya memang berbicara dengan dia (Putin) dan saya juga berbicara dengan Zelenskiy. Itu percakapan yang baik," ujarnya.

Trump juga menyinggung hubungan pribadi antara kedua pemimpin yang dinilainya penuh ketegangan. Hal ini menurutnya merupakan salah satu tantangan dalam negosiasi damai dari Rusia dan Ukraina.

"Kebencian antara kedua presiden itu tidak masuk akal. Itu gila. Kebencian adalah hal buruk ketika kita mencoba menyelesaikan sesuatu," katanya.

Trump sebelumnya berjanji akan mengakhiri perang yang dimulai sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Namun, lebih dari satu tahun memasuki masa jabatan keduanya, konflik masih berlangsung.

Meski komunikasi diplomatik terus dilakukan, belum ada tanda terobosan signifikan menuju penyelesaian konflik. Perang masih berlanjut dengan dampak besar terhadap stabilitas regional dan global.

Sebelumnya, Rusia menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin membuang-buang waktu terkait dengan rencana pertemuan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy. Moskow ingin pertemuan itu terjadi hanya untuk mengakhiri perangnya dengan Kiev.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa pertemuan yang bertujuan untuk melakukan finalisasi kesepakatanlah yang akan dihadiri oleh Putin. Menurutnya, sang presiden selalu siap untuk bertemu di Moskow.

"Hal utama adalah tujuan dari pertemuan ini. Untuk apa mereka harus bertemu? Putin telah mengatakan ia siap kapan saja untuk pertemuan di Moskow," kata Peskov.

Peskov menegaskan bahwa setiap pertemuan harus memiliki alasan yang jelas dan menghasilkan kemajuan konkret, yang dapat menghentikan perang dari Rusia dan Ukraina.

"Hal utama adalah harus ada alasan untuk bertemu, dan yang terpenting adalah pertemuan itu harus produktif. Dan itu hanya bisa untuk tujuan menyelesaikan kesepakatan," ujarnya.

Menurut Peskov, pertemuan tingkat tinggi membutuhkan persiapan matang serta kemauan politik dari Ukraina. Namun, ia menilai saat ini belum ada indikasi ke arah tersebut.

Baca Juga: Meski Bermasalah, Proyek Trump Ini Jadi Sorotan Usai Insiden Penembakan Gala Dinner di Amerika Serikat

"Dan untuk saat ini, kami tidak melihat adanya kemauan politik seperti itu," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Spanyol 2026 Usai Start dari Posisi 17
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PHTC 2026, Cek Cara Lihat dan Cetak Kartu Ujian
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Profil Abdul Kadir Karding, Eks Menteri P2MI Kini Jadi Kepala Barantin
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Mengenal Deadzoning, Tren Liburan 2026 yang Ajak Kamu Lepas dari Media Sosial
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ortu Korban: Daycare Little Aresha Sadis!
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.