Tahun ini, Minggu Panggilan jatuh pada Minggu, 26 April 2026. Dikutip dari laman parokigrogolkaj.or.id, melalui Minggu Panggilan ini, gereja mengajak warga gereja terlibat dalam upaya menumbuhkembangkan panggilan khusus, baik panggilan hidup imamat (menjadi Pastor atau Romo) maupun panggilan hidup membiara (menjadi Suster, Frater atau Bruder).
Keterlibatan itu dapat diungkapkan lewat tiga hal. Pertama, doa dengan turut mendoakan munculnya dan berkembangnya panggilan khusus. Kedua, derna dengan memberikan persembahan/derma yang akan dikumpulkan oleh gereja untuk membiayai hidup, pembinaan dan karya para imam/calon imam.
Ketiga, kurban, yakni kerelaan dan pengorbanan keluarga-keluarga memberikan dan menyerahkan anak-anaknya untuk dipakai Tuhan menjadi tanda kehadiran-Nya melalui cara hidup sebagai imam, biarawan dan biarawati.
Yuk kenalan lebih dalam soal Minggu Panggilan, mulai dari sejarah dan tema Minggu Panggilan 2026 berikut ini: Sejarah Minggu Panggilan Dikutip dari laman bimaskatolik.kemenag.go.id, Minggu Paskah keempat umumnya dikenal sebagai Minggu Gembala yang Baik. Minggu ini juga dikenal sebagai Minggu Panggilan. Tahun 1964, Paus Paulus VI menetapkan Hari Doa Sedunia bagi panggilan pada hari Minggu keempat Paskah.
Baca Juga :
Dari Jerman hingga Amerika, Ini Ragam Tradisi Paskah di DuniaNamun, Yesus tidak hanya memanggil sebagian kecil domba-domba-Nya, tetapi seluruh kawanan. Yesus mengundang setiap orang mengikuti Dia. Sehingga, setiap orang dipanggil dan memiliki panggilan. Minggu Panggilan 2026 Paus Leo XIV untuk Minggu Doa Sedunia untuk Panggilan ke-63, Minggu 26 April 2026 menetapkan tema, “Bersatu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi”. Dalam bacaan-bacaan pada Minggu Paskah IV, umat didorong untuk semakin membuat dirinya bersatu dengan Kristus, Tuhan yang Bangkit.
Ekaristi adalah anugerah yang Allah berikan agar semakin menyatu dengan Kristus. Persatuan (communio) dengan Kristus lewat Komuni Suci diharapkan selalu mengungkapkan hasrat, kerinduan dan upaya untuk terus bersatu dengan Kristus.
Namun, tidak cukup bersatu dengan Kristus. Kesatuan dengan Kristus itu, mestinya juga membuat menyatu dengan impian, cita-cita dan misi Yesus Kristus, yang terus dilanjutkan oleh Gereja hingga saat ini.
Semakin sering ambil bagian dalam Ekaristi, mestinya semakin sering, giat dan bersemangat terlibat dalam aksi gereja dan umat Allah dalam mewujudkan amanat Yesus, mewujudkan Kerajaan Allah di dunia ini. Dalam konteks dunia dewasa ini, adalah Kerajaan Damai, situasi hidup umat manusia yang tiada perang, tiada konflik dan tiada korban dan bersama-sama mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




