tvOnenews.com - Melalui program Balai Poliran (Polisi Peduli Pengangguran), Kepolisian Daerah (Polda) Banten telah membekali 567 warga dengan berbagai keterampilan kerja dan wirausaha secara gratis guna menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki di Serang, Senin, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi peserta pelatihan dari gelombang pertama hingga gelombang keenam yang saat ini sedang berlangsung.
“Peserta gelombang satu sampai lima yang sudah kita latih sebanyak 492 orang. Ditambah hari ini gelombang keenam 75 orang, jadi total keseluruhan hampir 567 warga yang sudah kita latih secara gratis,” kata Hengki.
Ia menjelaskan, para peserta dibekali lima hingga enam keterampilan dasar terapan, mulai dari teknik perikanan sistem bioflok, pertanian hidroponik, peternakan, hingga teknik dasar kelistrikan dan pengelasan.
Dalam pelaksanaannya, Balai Poliran Polda Banten menggandeng instruktur profesional dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Tenaga Kerja, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, serta PT PLN.
Setelah mengikuti pelatihan selama empat hari hingga satu minggu, para peserta berhak memperoleh sertifikat resmi yang ditandatangani Direktur Binmas atas nama Kapolda Banten bersama BBPVP Serang.
“Harapannya, sertifikat ini bisa menjadi bekal untuk disalurkan ke dunia kerja atau menjadi modal bagi peserta untuk membuka usaha mandiri,” ujarnya.
Selain pelatihan keterampilan, peserta juga mendapatkan edukasi pengelolaan sampah mandiri guna mendukung program Presiden Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kegiatan pelatihan turut disertai aksi penanaman pohon.
Penanaman pohon tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas udara di Provinsi Banten tetap berada di zona hijau, mengingat tingginya aktivitas industri di kawasan Cilegon, Modern Cikande, Cikupa, hingga Tangerang.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Aulia, mengaku antusias mengikuti program Balai Poliran dan memilih fokus pada bidang peternakan agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya pelatihan ini dapat terus dilakukan karena sangat bermanfaat dan membantu masyarakat yang selama ini sulit mencari pekerjaan,” ujarnya.(chm)




