Konflik Selat Hormuz Berkepanjangan, Industri Asuransi Dibayangi Lonjakan Klaim?

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan geopolitik yang belum mereda di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah, mulai memberikan tekanan nyata pada stabilitas industri asuransi di Indonesia.

Gangguan pada jalur utama perdagangan energi dan logistik dunia ini memicu ancaman efek berantai, terutama terkait inflasi klaim (claim inflation) dan lonjakan premi reasuransi global.

Kepala Departemen Marine & Aviation Indonesia Re, Renny Rahmadi P., mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bagi industri asuransi nasional justru datang dari dampak tidak langsung konflik tersebut.

"Yang perlu diwaspadai adalah efek berantai dari gangguan logistik dan kenaikan bahan bakar minyak. Ini akan mendorong kenaikan nilai klaim, atau yang dikenal sebagai claim inflation," ujar Renny, mengutip tayangan podcast resmi Indonesia Re.

Efek Domino pada Berbagai Lini Asuransi

Kondisi ini sangat krusial mengingat tingginya ketergantungan Indonesia terhadap kawasan Teluk. Tercatat, sekitar 20–25% kebutuhan minyak dan 30% gas domestik, serta suplai bahan baku manufaktur seperti plastik, metanol, dan logam, diimpor dari kawasan tersebut.

Terhambatnya Selat Hormuz memaksa kapal-kapal logistik melakukan perubahan rute (rerouting) yang lebih jauh dan memakan waktu. Hal ini langsung memicu peningkatan risiko operasional di berbagai lini asuransi, antara lain:

  • Asuransi Kargo: Durasi pengiriman yang molor meningkatkan risiko kerusakan muatan (property damage), khususnya pada barang yang mudah rusak (perishable goods) seperti makanan, obat-obatan, dan produk agrikultur.
  • Interupsi Bisnis: Kenaikan biaya dan hambatan logistik memicu lonjakan klaim pada penjaminan Business Interruption (BI) dan Delay Start Up (DSU).
  • Asuransi Kredit Perdagangan (Trade Credit): Terdapat risiko gagal bayar dari pembeli di kawasan konflik. Saat ini, 3,5% dari total ekspor Indonesia ditujukan ke Timur Tengah.
  • Asuransi Perjalanan: Pembatasan jalur penerbangan ke hub utama dunia (Qatar dan Uni Emirat Arab) berpotensi menekan pangsa pasar lini bisnis asuransi perjalanan.
  • Properti dan Alat Berat (Engineering/Aviation): Naiknya ongkos impor bahan baku manufaktur otomatis mengerek biaya perbaikan aset atau properti yang dipertanggungkan.
Premi Jaminan Perang Melonjak 200%

Selain potensi lonjakan klaim, industri asuransi dihadapkan pada sikap pasar reasuransi global yang kini sangat berhati-hati. Perusahaan reasuransi mulai membatasi kapasitas untuk jaminan perang (war risk coverage), terutama bagi kapal atau kargo yang melintasi wilayah konflik.

"Kondisi ini mendorong kenaikan premi secara signifikan, bahkan dalam beberapa kasus mencapai lebih dari 200%, serta adanya pengetatan syarat dan ketentuan polis," papar Renny.

Menghadapi ketidakpastian ini, perusahaan asuransi di Indonesia dituntut lebih tangkas. Penyesuaian underwriting dan evaluasi kecukupan premi harus segera dilakukan untuk mengantisipasi probabilitas kerugian.

"Asuransi saat ini tidak cukup hanya berfokus pada pengumpulan risiko (pooling of risk). Perusahaan harus berani mengambil peran aktif sebagai penasihat risiko (risk advisor) untuk memitigasi kerugian bersama nasabah," tegasnya.

Ke depannya, dinamika geopolitik diproyeksikan masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi industri asuransi. Penguatan kapasitas domestik serta kedisiplinan dalam mengelola eksposur risiko dinilai sebagai kunci utama menjaga daya tahan industri di tengah gejolak global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Flashback ke Parisian Jazz Club Bareng Diptyque Orphéon, Kini Hadir dengan Eau de Toilette yang Lebih Fresh
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Brimob Polda Metro Bantu Padamkan Kebakaran Warkop di Jaktim
• 1 jam laludetik.com
thumb
Sejumlah Orangtua Korban Daycare Little Aresha Temui Wali Kota Yogyakarta, Hasto Beberkan Isi Pembahasannya
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Turun Tipis, Permintaan Dolar AS Masih Tinggi
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketua Kelompok Tani Leuit Jajaka Apresiasi Presiden Prabowo Atas Semangat Wujudkan Swasembada Pangan
• 11 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.