Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andi Artha Donny Oktopura mengungkap bahwa pengendalian dan pengawasan mutu hasil kelautan dan perikanan terus dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. Hal tersebut menjadi salah satu fokus (KKP) untuk menjamin hasil komoditas RI bisa memenuhi standar global.
"Kami saat ini di hulu dorong bisa produksi komoditas penuhi standar global, mulai dari sistem produksi model budidaya. Misal di Waingapu, udang pasarnya besar, pantura juga beberapa komiditas dimana pengusaha bisa terlibat, negara dorong ekosistem baru yang penuhi di pasar global," ujar Andi dalam acara Food Summit 2026 di Auditorium Gedung Bank Mega Jakarta, Senin (27/4/2026).
Selain itu lanjut Andi, KKP juga membangun jaminan mutu terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan memperbaiki SOP dan mengharmonisasi standar buyer atau internasional. Salah satu contohnya dengan keberhasilan mempercepat permasalahan cesium yang cukup berat.
Hasilnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration/FDA) secara resmi menetapkan Badan Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai Certifying Entity (CE) untuk produk udang Indonesia.
Penetapan ini merupakan bentuk pengakuan dan kepercayaan penuh dari pemerintah Amerika Serikat terhadap sistem jaminan mutu hasil perikanan Indonesia yang dikelola oleh KKP.
"Bukti nyata saat ini, keberhasilan kita perbaiki permasalahan cesium yang cukup berat setelah disampaikan standar jaminan mutu kita ditunjuk US FDA jadi lembaga yang bisa keluarkan sertifikasi bebas cesium," terangnya.
(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google




