BOGOR, KOMPAS.com - Pedagang siomay di Kota Bogor memastikan dagangannya tidak menggunakan ikan sapu-sapu.
Mereka bahkan mempersilakan pembeli untuk memeriksa langsung bahan yang digunakan.
Salah satu pedagang, Ujang (25), mengatakan ia menggunakan ikan layur yang dibeli dari Pasar Anyar, Kota Bogor, sebagai bahan utama siomai.
Baca juga: Blak-blakan Penjual Siomay soal Isu Penggunaan Ikan Sapu-sapu sebagai Bahan Baku
"Kalau saya mah tidak pakai ikan sapu-sapu, dicek aja sendiri. Kalau di sini dibilangnya ikan layur, ikan laut asli. Belinya di Pasar Anyar, langsung digiling di situ," kata Ujang saat ditemui Kompas.com, Senin (27/4/2026).
Ujang menegaskan, ia tidak menggunakan campuran lain seperti ayam atau jenis ikan lainnya.
Dalam sehari, ia menghabiskan sekitar 2 kilogram ikan layur.
Baca juga: Selisih Harga Buka Celah Pedagang Gunakan Ikan Sapu-sapu untuk Siomay
"Enggak pakai campuran lain. Walaupun saya ngejual minim, sehari ikan paling habis 2 kilo. Ikan doang Rp 70.000, sekarang (harganya) Rp 35.000 sekilo," tutur dia.
Pria asal Garut itu juga mengaku belum pernah menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan siomai.
Ia memilih mempertahankan resep yang diajarkan di kampung halamannya agar cita rasa tetap terjaga.
KOMPAS.com/REGI PRATASYAH VASUDEWA Pedagang siomai, Ajid, saat melayani pembeli di Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor, pada Senin (27/4/2026).
"Kurang tahu soalnya belum pernah pakai ikan sapu-sapu. Katanya memang lebih murah, tapi saya enggak pakai biar rasanya enggak berubah dari yang diajarin di Garut," lanjut dia.
Baca juga: Pedagang Sebut Ada yang Pakai Ikan Sapu-sapu untuk Bahan Siomay
Pedagang lain, Ajid (50), juga memastikan tidak menggunakan ikan sapu-sapu.
Ia mengaku lebih banyak menggunakan tahu dan bahan berbasis tepung untuk siomainya.
"Kalau bahan siomainya dari tepung sagu sama tepung terigu. Iya bahan siomainya, ada yang sayuran, ini siomai pakai tahu, itu bahan dari tepung terigu sama sagu," ujar Ajid saat ditemui Kompas.com di Jalan Dewi Sartika, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Isu Siomay Ikan Sapu-sapu, Pedagang Minta Penertiban Dilakukan Tanpa Matikan Usaha
Ajid mengungkapkan, ia biasanya mengeluarkan modal sekitar Rp 300.000 per hari untuk berbelanja bahan di Pasar Bogor.
Pedagang yang telah berjualan selama 20 tahun itu juga menyebut ciri siomai yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu terlihat dari warnanya yang lebih gelap.
"Kurang tahu saya juga, kalau tahu di internet mah hitam gitu kelihatannya," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang