Washington: Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah memutar balik 38 kapal sebagai bagian dari upaya penegakan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Senin, 27 April 2026.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, CENTCOM menyebut pasukannya terus memberlakukan pembatasan terhadap lalu lintas kapal di perairan Iran. Langkah ini dilakukan dengan mengarahkan kapal untuk kembali ke pelabuhan asal atau mengubah rute pelayaran.
CENTCOM menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk mengawasi aktivitas navigasi serta mencegah ancaman terhadap stabilitas maritim di kawasan.
“Pasukan kami terus memberlakukan pembatasan terhadap pelayaran dengan mengarahkan kapal untuk kembali ke pelabuhan atau mengubah haluan,” demikian pernyataan tersebut, dikutip dari media Syrian Arab News Agency, Senin, 27 April 2026.
Sebelumnya di hari Sabtu, CENTCOM juga mengumumkan akan melanjutkan operasi penegakan sanksi terhadap sektor pelayaran Iran. Operasi itu mencakup kehadiran militer laut secara berkelanjutan di sekitar pelabuhan yang digunakan kapal-kapal Iran.
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Eskalasi regional serta pergerakan militer dari berbagai pihak memicu kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
Langkah pemutaran balik kapal oleh AS dinilai dapat memperketat arus logistik laut dan berpotensi memperbesar tekanan geopolitik di wilayah Timur Tengah yang saat ini sedang memanas. (Keysa Qanita)
Baca juga: Melalui Mediator, Iran Tawarkan Pembukaan Kembali Selat Hormuz




