Penulis: Regita
TVRINews, Palembang
Embarkasi Palembang terus melakukan pemberangkatan jemaah calon haji asal Sumatera Selatan secara bertahap pada musim haji tahun ini. Hingga saat ini, sebanyak 1.766 jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 hingga kloter 4 telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Dari jumlah tersebut, terdapat satu jemaah kloter 2 yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kehamilan di bawah usia empat minggu. Penundaan dilakukan sebagai langkah pencegahan demi menjaga keselamatan jemaah sesuai ketentuan kesehatan penerbangan.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Palembang, Emmillya Rosa, menyampaikan bahwa sebagian besar jemaah haji asal Sumatera Selatan tahun ini masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
“Sekitar 96 persen jemaah haji tahun ini termasuk kategori risiko tinggi. Penyakit yang paling banyak diderita antara lain hipertensi dan diabetes,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menuntut pengawasan kesehatan yang lebih intensif sejak proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi. Jemaah juga diimbau untuk disiplin mengonsumsi obat selama berada di Tanah Suci.
Pihak embarkasi bersama tim kesehatan terus memastikan seluruh jemaah dalam kondisi layak terbang sebelum diberangkatkan, guna menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan ibadah haji.
Sementara itu, pada Sabtu (25/4/2026), Embarkasi Palembang menerima 444 jemaah haji. Namun, pada proses keberangkatan keesokan harinya, hanya 439 jemaah yang dapat diberangkatkan, sementara lima jemaah lainnya tertunda akibat kondisi kesehatan.
Petugas menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan akan terus diperketat untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi prima sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Editor: Redaktur TVRINews




