Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Hasan Nasbi dan M. Qodari untuk mengemban tanggung jawab baru dalam memperkuat lini komunikasi pemerintah. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin 27 April 2026 sore.
Hasan Nasbi kini resmi menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media. Usai pelantikan, ia menjelaskan bahwa posisinya kali ini bukan sebagai utusan khusus, melainkan penasihat yang akan fokus pada aspek strategi dan substansi pesan pemerintah.
"Kebetulan untuk saya hari ini ditugaskan oleh Bapak Presiden sebagai penasihat khusus bidang komunikasi dan media. Nanti tentu sebagai pembantu Presiden saya akan bekerja sama yang sangat erat dengan Kabakom yang baru, Abang Qodari, mungkin juga nanti dengan Ibu Menkomdigi, dengan Wamenkomdigi untuk memperkuat lagi bidang komunikasi yang diperankan oleh pemerintah agar pesan-pesan yang ingin diketahui oleh publik itu bisa lebih baik lagi," ujar Hasan Nasbi kepada awak media.
Ia menekankan pentingnya meluruskan informasi yang tidak benar terkait pemerintah agar pesan yang diterima publik jauh lebih jernih. Terkait peran juru bicara, Hasan menyebutkan bahwa fungsi tersebut secara resmi melekat pada Mensesneg dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, namun ia menyatakan kesiapannya jika diperintahkan langsung untuk kembali berbicara di depan media.
Sementara itu, M. Qodari yang dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mengungkapkan bahwa tanggung jawab yang diembannya merupakan tantangan besar. Ia merasa program-program pemerintahan Presiden Prabowo sangat masif dan memerlukan penjelasan latar belakang yang mendalam kepada masyarakat.
"Terus terang waktu dikasih tahu itu doa saya tambah panjang. Karena ini tambah berat, berat sekali. Program-program Pak Prabowo sangat banyak yang harus dijelaskan latar belakang dan sebab-sebabnya, yang pada dasarnya adalah bagaimana negara ini memenuhi tujuannya sesuai dengan pembukaan UUD 1945," kata Qodari.
Qodari menyadari adanya pergeseran lanskap media saat ini, di mana media sosial memiliki pengaruh besar layaknya pers namun dengan regulasi yang berbeda. Hal ini menurutnya menjadi tantangan tersendiri dalam membangun komunikasi yang efektif.
"Lanskap media kita ini sangat berbeda dengan 10-20 tahun yang lalu. PR terbesar itu sebetulnya ada di program Pak Prabowo yang sangat banyak, sangat masif, sangat fundamental, bahkan paradigma baru, dan karena itu memang sangat perlu sebuah kegiatan komunikasi yang amat sangat masif," tambahnya.
Sebagai tokoh yang telah lama bersinggungan dengan dunia media, Qodari optimistis kedekatannya dengan komunitas pers akan mengoptimalkan proses komunikasi pemerintah ke depan. Ia juga berkomitmen untuk berkolaborasi dengan seluruh kementerian serta lembaga terkait demi keterbukaan informasi publik yang lebih baik.
Editor: Redaksi TVRINews





