Hampir Sebulan Usai Longsor di Tangsel, Warga Cemas Bencana Susulan

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Hampir sebulan setelah longsor di Jalan Salak, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (4/4/2026), warga masih khawatir bencana susulan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Senin (27/4/2026), bekas longsoran tersebut terlihat membentuk lereng tanah yang tidak lagi rata.

Sebagian area tebing tampak terbuka dengan struktur tanah yang masih gembur dan rawan.

Sementara di beberapa titik terlihat akar-akar bambu yang mencuat keluar setelah tanah di sekitarnya terkikis.

Baca juga: Banjir Rendam Pamulang Tangsel, Warga: Sudah Biasa, Ini Langganan

Di bagian bawah, terdapat sebuah rumah yang rusak imbas longsor.

Budi, warga yang rumahnya terdampak longsor mengatakan, tanah yang ambles sempat menimpa warga.

Saat itu, area belakang rumah tersebut sempat tertimbun material longsor, tetapi kini sudah dibersihkan.

Kini menyisakan permukaan tanah yang dipadatkan secara manual oleh warga.

"Sisanya tanah-tanah ini aja sih yang sudah kita pasang bambu buat nahan tanahnya," ujar Budi saat ditemui Kompas.com di lokasi.

Sisa-sisa batang bambu yang patah dan potongan ranting masih terlihat menumpuk di sisi lahan.

Beberapa bagian tebing juga terlihat retak memanjang, terutama di area atas yang berbatasan dengan jalan lingkungan.

Sejak longsor terjadi, setiap hujan turun, aliran air terlihat mengarah langsung ke titik longsoran tanpa melalui saluran pembuangan yang memadai.

 Baca juga: 10 Titik Longsor di Tangsel, Rumah Warga Rusak dan Akses Jalan Tertutup

Saat hujan turun, air dari jalan di bagian atas mengalir deras ke bawah, menyerupai aliran air terjun kecil yang langsung menghantam lereng tanah.

"Semenjak longsor itu kan tembok (penyangganya) hancur, terus ada lubang-lubang-lubang dan air keluar dari tanah itu," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi cepat jenuh air dan berpotensi kembali bergerak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sisa Obat Rumah Tangga dan Tanggung Jawab Kita pada Lingkungan
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jika Harga Avtur Terus Meningkat, Maskapai Minta Kenaikan Biaya Tambahan Bahan Bakar
• 24 menit lalukompas.id
thumb
BI dan TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah hingga Daerah Pelosok
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Mengapa Hari Pendidikan Nasional 2 Mei Penting? Menelusuri Sejarah dan Makna Hardiknas
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Trump Diduga Jadi Sasaran Penembakan, Ini Tiga Fakta Penting Terkait Insiden Tersebut
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.