Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi kembali ke Islamabad, Pakistan, untuk menyampaikan syarat mengakhiri perang dengan Amerika Serikat kepada pemerintah Pakistan yang berperan sebagai mediator.
Misi Diplomasi dan Syarat PerdamaianMenurut laporan kantor berita Tasnim, kunjungan Araghchi tidak berkaitan dengan perundingan nuklir, melainkan fokus pada penyampaian syarat penghentian konflik.
Dalam pembahasan tersebut, Iran mengangkat sejumlah isu penting seperti penerapan sistem hukum di Selat Hormuz, tuntutan kompensasi perang, jaminan terhadap pengulangan “agresi oleh para penghasut perang,” serta pencabutan blokade Angkatan Laut AS.
Araghchi diketahui tiba di Islamabad pada Minggu sore waktu setempat setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Oman.
Lanjutan Negosiasi dan Latar Belakang KonflikKunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian konsultasi lanjutan dengan pejabat Pakistan setelah pertemuan sebelumnya dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir.
Setelah dari Pakistan, Araghchi dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Rusia dalam tur diplomasi regionalnya.
Konflik Iran dengan AS memanas sejak serangan gabungan Israel dan AS ke Teheran pada Februari 2026 yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran dan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone serta memperketat kontrol di Selat Hormuz dengan memblokade kapal yang berafiliasi dengan AS dan Israel.
Upaya gencatan senjata yang dimulai pada 8 April diikuti perundingan di Islamabad, namun belum menghasilkan kesepakatan sehingga ketegangan masih berlanjut.




