HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Nama Andi Amran Sulaiman kembali didorong untuk memimpin Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas).
Diketahui, Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas dipastikan digelar di Hotel Four Points by Sheraton, Jl Andi Djemma, Makassar, pada 1-3 Mei 2026.
Agenda lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi alumni sekaligus menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.
Andi Amran Sulaiman genap lima tahun memimpin Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) pada 5 Mei 2026 mendatang. Ia sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Mubes 2022.
Menteri Pertanian (Mentan) itu melanjutkan estafet kepemimpinan dari Wapres ke-10 dan ke-12, HM Jusuf Kalla.
Mayoritas Alumni dan Ketua IKA wilayah dan fakultas kompak mengajak seluruh alumni untuk ambil bagian dalam menyukseskan Mubes Kampus Merah tersebut.
Kehadiran alumni dari berbagai daerah dinilai akan memperkuat soliditas organisasi sekaligus memperluas kontribusi IKA Unhas bagi almamater dan masyarakat.
Salah satunya, Ketua IKA Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas, Andi Rachmatika Dewi Yustitia Iqbal.
Perempuan yang akrab disapa Cicu itu memastikan all out mendukung Andi Amran untuk kembali memimpin Pengurus Pusat (PP) IKA Unhas.
“Sebagai Ketua IKA FKG Unhas, tentu kami menyatakan dukungan penuh kepada Bapak Andi Amran Sulaiman untuk tetap menjadi Ketua PP IKA Unhas,” tegas Ketua DPRD Sulsel itu pada Senin, 27 April 2026.
Menurut Cicu, Andi Amran tidak sekadar memimpin organisasi tetapi juga menjadi tokoh pemersatu yang menyatukan alumni tanpa sekat.
“Beliau masih menjadi tokoh panutan kita semua. Sosoknya lengkap, memiliki integritas, kapasitas, pengalaman, dan keteladanan yang kuat. Ini yang membuat beliau mampu menjaga kebersamaan di tengah keberagaman alumni,” ujarnya.
Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel itu menilai, kepemimpinan Amran tidak hanya hadir secara formal, tetapi juga menyentuh sisi moral dan emosional para alumni.
Dalam berbagai momentum, Andi Amran disebut mampu memperkuat solidaritas dan membangun rasa memiliki terhadap IKA Unhas.
“Beliau bukan hanya memimpin secara struktural, tapi juga mengayomi. Mampu merangkul semua kalangan dan menjaga kekompakan alumni,” tambahnya.
Dari sisi prestasi, Cicu menegaskan bahwa rekam jejak Amran Sulaiman sudah terbukti, baik di tingkat nasional maupun dalam memimpin IKA Unhas.
Kinerja Andi Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian dinilai mampu meningkatkan produksi pangan secara signifikan.
Ia turut memperkuat ketahanan pangan dan mendorong modernisasi sektor pertanian.
Prestasinya terlihat dari peningkatan produksi padi dan jagung melalui mekanisasi, benih unggul, serta optimalisasi lahan rawa.
Andi Amran juga meningkatkan indeks produksi, memberantas mafia pangan, dan menargetkan Indonesia menjadi eksportir beras pada 2027.
Hal ini dinilai sangat relevan karena Sulawesi Selatan mencatat produksi padi lebih dari 5,4 juta ton GKG pada 2025 dengan surplus beras sekitar 2,5 juta ton setiap tahun.
Sementara di internal IKA Unhas, kepemimpinannya dinilai membawa perubahan signifikan.
Organisasi alumni menjadi lebih aktif, jejaring semakin luas, dan kontribusi kepada masyarakat semakin nyata.
“Jejaring alumni semakin terbangun, komunikasi makin kuat, dan IKA Unhas semakin berdaya. Ini capaian yang patut kita apresiasi bersama,” jelas Cicu.
Anggota DPRD Sulsel tiga periode itu juga mengungkapkan bahwa jajaran IKA FKG Unhas merasakan langsung dampak dari kepemimpinan tersebut.
Menurutnya, IKA Unhas kini menjadi ruang kolaborasi yang kuat dengan semangat kebersamaan yang tinggi.
“Dengan berbagai capaian itu, kami menilai beliau masih sangat layak, bahkan sangat dibutuhkan untuk melanjutkan kepemimpinan ke depan,” ungkapnya.
Meski demikian, Cicu mengakui Amran Sulaiman sempat menyatakan tidak ingin kembali dicalonkan.
Namun, dorongan dari para alumni disebut terus menguat. “Kami berharap beliau masih bersedia. Kami akan terus mendorong agar beliau berkenan kembali memimpin PP IKA Unhas,” tegasnya. (ams)





