Perjalanan Karier Jumhur Hidayat: Pernah Jadi Pejabat Era SBY Kini Jadi Menteri Era Prabowo

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumhur Hidayat resmi dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Sebelum dilantik, dia mengatakan memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan, salah satunya terkait dengan sampah.

"Menteri LH banyak tugas dan harus kita tuntas kerja keras. Oh banyak, sudah. Yang paling di depan mata ya soal sampah apa semua ya," kata Jumhur.

Dia menyebut, Kementerian LH kedepan harus mengangkat isu-isu atau kesepakatan internasional secara bertahap terkait dengan lingkungan.

Baca juga: Profil Jumhur Hidayat, Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Seperti apa perjalanan karier Jumhur yang dikenal sebagai seorang aktivis tersebut?

Menjabat sebagai Kepala Badan BNP2TKI Era SBY

Jumhur dikenal sebagai aktivis sosial. Pria kelahiran Bandung, 18 Februari 1968 ini sudah menjadi aktivis sejak masih berstatus mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain menjadi aktivis, dia pun pernah meniti karier politik lewat Partai Daulat Rakyat yang mengikuti Pemilu 1999.

Di partai tersebut, dia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Baca juga: Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Berapa Harta Jumhur Hidayat?

Jumhur masih menempati jabatan yang sama saat Partai Daulat Rakyat bergabung bersama tujuh partai politik lain untuk membentuk Partai Sarikat Indonesia pada 2002.

Dia juga pernah didapuk menjadi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) pada 2007.

Jumhur menjabat selama tujuh tahun, hingga pada 2014 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberhentikan dirinya melalui Surat Keputusan pemberhentian yang ditandatangani SBY pada 11 Maret 2014.

Didapuk Jadi Menteri LH

Namanya sempat terdengar karena mengkritik Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang pada 7 Oktober 2020.

Baca juga: Momen Rocky Gerung Temani Jumhur Hidayat Saat Dilantik Jadi Menteri LH di Istana

Ia terjerat kasus dugaan penyebaran berita bohong dan divonis ringan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/11/2021).

Pendiri Koalisi Aksi Masyarakat Indonesia (KAMI) ini kemudian lama tak terdengar di publik.

Jumhur muncul kembali di Istana Kepresidenan, diantar langsung oleh aktivis lainnya, Rocky Gerung dan Syahganda.

Rocky mengaku diundang sebagai wakil masyarakat sipil sekaligus menyaksikan pelantikan Jumhur yang ia kenal.

Di mata Rocky, Jumhur adalah seorang intelektual yang mempelajari berbagai bidang mulai dari ekonomi hingga lingkungan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Jadi Menteri LH, Jumhur Hidayat Jelaskan soal Vonis 10 Bulan yang Pernah Diterimanya

"Jadi karena dia saya kenal, maka saya dampingi itu. Itu alasan saya ada di sini," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Veda Ega Pratama Nilai Moto3 Jerez 2026 Sangat Positif, Akui Tantangan Ban di Akhir Balapan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
BGN Tegaskan Kematian Balita di Cianjur Bukan Akibat Program Makan Bergizi Gratis
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Setelah Sekian Lama, Pemain Persib Saddil Ramdani Resmi Dipanggil Timnas Indonesia
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
IHSG Diramal Naik Awal Pekan Ini, Analis Jagokan Saham AADI, ADRO hingga AUTO
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gencatan Senjata Bukan Pantangan Bagi Israel Serang Jalur Gaza, 4 Orang Tewas
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.