SIDOARJO,KOMPAS-Ny Kamariah (80), jemaah haji dari Embakrasi Surabaya dilaporkan meninggal di Tanah Suci. Warga Pasuruan itu meninggal akibat sesak nafas.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Mohammad As'adul Anam mengatakan, berduka mendalam atas wafatnya Ny Kamariyah.
”Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Mohammad As'adul Anam.
Anam menambahkan, saat ini, ada tiga jemaah yang dilaporkan sakit setelah tiba di Asrama Haji Surabaya. Selain itu, seorang anggota jemaah haji menunda keberangkatannya.
Pelaksana tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur tersebut mengatakan, jemaah yang sakit dan masih berada di Asrama Haji Surabaya telah mendapat penanganan medis. Mereka yang perlu dirawat intensif akan dirawat di RS Haji Surabaya atau dirujuk ke RSUD dr Soetomo.
“Kami memastikan jemaah yang tertunda keberangkatannya karena sakit, mendapatkan penanganan optimal di embarkasi, sehingga dapat diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk penerbangan,” kata Anam.
Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, rencana pemberangkatan jemaah haji pada musim haji 1447 H/2026 sebanyak 44.080 orang.
Mereka meliputi 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU). Ribuan jemaah haji tersebut terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
Secara kumulatif hingga 26 April 2026, jumlah jemaah yang telah diberangkatkan 6.833 orang dalam 18 kloter. Pada Senin, terdapat tambahan keberangkatan, sehingga total kumulatif hingga hari ke-7 mencapai 7.593 orang dalam 20 kloter.
Jumlah tersebut mencapai 17 persen dari total rencana pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya. Jemaah yang telah diberangkatkan adalah 3.973 perempuan dan laki-laki 3.620 laki-laki.
Adapun berdasarkan aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), sebanyak 16 kloter berangkat tepat waktu. Artinya, tidak ada keterlambatan maupun percepatan jadwal.
Anam mengatakan, pelaksanaan operasional pemberangkatan jemaah haji secara keseluruhan hingga saat ini berjalan lancar. Hal itu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak dan koordinasi lintas sektor yang solid.
“Alhamdulillah, hingga hari ketujuh ini seluruh proses pemberangkatan jemaah berjalan tertib, lancar, dan tepat waktu. Kami terus menjaga kualitas pelayanan agar seluruh jemaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman,” ucapnya.
Sebelumnya, berdasarkan data Kemenhaj, rangkaian Ibadah Haji 2026 ini sempat terkendala teknis penerbangan. Salah satunya, dialami Saudi Arabia Airlines yang melayani rute Surabaya-Madinah di Bandara Kualanamu, Medan, Minggu (26/4/2026).
Pesawat itu membawa 380 jemaah haji dari Kloter 16 Embarkasi Surabaya. Akibat kendala teknis penerbangan tersebut, jemaah difasilitasi akomodasi di tiga hotel di sekitar bandara dan mendapatkan pendampingan petugas.
Hingga Senin, gelombang jemaah haji terus berdatangan di Asrama Haji Surabaya. Salah satunya, Kloter 24 dari Kabupaten Madiun yang tiba hari ini. Dalam rombongan tersebut terdapat anggota jemaah haji tertua berusia 90 tahun bernama Ny Sarmi Subari Rasyid.
Sarmi berangkat didampingi anak perempuannya, Wiwik (48). Meski berusia lanjut, kondisi kesehatan Sarmi cukup bagus. Untuk menjaga kebugaran tubuh, dia rajin melakukan pekerjaan harian di rumah dan bertani di pekarangannya.
“Kerjanya menanam tanaman di pekarangan rumah, bersih-bersih, semua (pekerjaan rumah tangga) bisa saya,” ujar Sarmi.
Sarmi mendaftar haji tahun 2020 karena ingin menunaikan rukun Islam kelima. Keinginan untuk berangkat haji sudah lama namun baru bisa mendaftar lima tahun lalu. Untuk kebutuhan biaya haji dia mengandalkan uang tabungan dan uang saku dari anak-anaknya.
Wiwik menambahkan, di usia lanjut, Sarmi masih rajin menunaikan sholat lima waktu berjamaah di masjid. Dia selalu berjalan kaki dari rumahnya menuju masjid untuk menjaga kebugaran tubuh.





