Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah mengkaji pengembangan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor liquefied petroleum gas (LPG).
CNG Jadi Alternatif Energi DomestikBahlil menyampaikan kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan lintas sektor dan akan difinalisasi setelah proses konsolidasi selesai.
Ia mengatakan, “Pengembangan CNG masih dalam pembahasan dan akan difinalisasi. Ini menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat kemandirian energi dari sektor LPG.”
Menurutnya, CNG berasal dari gas bumi dengan kandungan utama metana dan etana yang ketersediaannya lebih melimpah di dalam negeri dibandingkan bahan baku LPG.
Potensi Efisiensi dan ImplementasiGas tersebut dikompresi hingga tekanan tinggi agar dapat digunakan sebagai bahan bakar yang efisien dan ramah lingkungan.
Pemerintah menilai pemanfaatan CNG berpotensi menekan impor energi sekaligus memperluas akses energi bersih bagi masyarakat.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk melalui anak usahanya juga telah mengembangkan layanan CNG untuk sektor industri, komersial, hingga transportasi melalui jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas.
Selain itu, CNG telah dimanfaatkan dalam sejumlah proyek strategis, termasuk penyediaan energi untuk dapur program Makan Bergizi Gratis di beberapa daerah.
Pemerintah menegaskan kajian terus dilakukan untuk memastikan implementasi CNG berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi ketahanan energi nasional.




