Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Setelah sempat ditutup selama kurang lebih lima bulan, jalur pendakian Gunung Semeru resmi kembali dibuka mulai Jumat (24/4). Informasi pembukaan ini diumumkan oleh pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui kanal resmi mereka @bbtnbromotenggersemeru.
Meski aktivitas pendakian kembali diperbolehkan, jalur yang dibuka masih dibatasi. Pendaki hanya diizinkan mencapai kawasan Ranu Kumbolo sebagai bagian dari kebijakan konservasi serta pertimbangan keselamatan.
Kuota pendakian juga dibatasi maksimal 200 orang per hari dengan durasi perjalanan dua hari satu malam. Sistem ini diterapkan untuk menjaga daya dukung lingkungan serta menghindari kepadatan di jalur pendakian.
Pihak TNBTS menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran wajib dilakukan secara daring melalui situs resmi. Jalur masuk pendakian hanya diperbolehkan melalui Ranupani.
“Pendakian hanya dapat dilakukan melalui jalur resmi dengan sistem booking online,” demikian keterangan pengelola, Senin, 27 April 2026.
Sejumlah aturan juga diberlakukan, di antaranya pemesanan kuota dapat dilakukan mulai H-30 hingga H-2 sebelum pendakian, serta data pendaki tidak dapat diubah setelah pendaftaran selesai.
Selain itu, batas usia pendaki minimal 10 tahun, sementara pendaki berusia di atas 70 tahun wajib menyertakan surat keterangan kesehatan dari dokter.
Dengan dibukanya kembali jalur pendakian ini, pengelola kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengimbau seluruh pendaki untuk mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan serta kelestarian alam.
Editor: Redaksi TVRINews





