JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menantang Institut Kesenian Jakarta (IKJ) agar merumuskan gagasan bagaimana membuat Jakarta lebih manusiawi.
Hal ini dinyatakan Rano dalam pidato kebudayaan saat pembukaan Dies Natalis ke-56 IKJ di Auditorium IKJ, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Senin, 27 April 2026.
“Dari IKJ kami berharap lahir gagasan tentang bagaimana membuat Jakarta lebih manusiawi, berbudaya, inklusif, dan berani menyapa dunia," kata Rano.
BACA JUGA:TIM Bakal Diaktivasi Jadi Pusat Seni dan Budaya, Rano Karno: Wujudkan Visi Kota Global
Menurutnya seni memiliki cara yang ajaib untuk merawat ingatan, dan sering kali lebih jujur ketimbang pidato pejabat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memandang IKJ sebagai mitra strategis dalam pembangunan kota yang berbudaya dan inklusif.
IKJ diharapkan dapat menjadi laboratorium kreatif yang melahirkan gagasan besar untuk menjawab tantangan urban.
BACA JUGA:Rano Karno Ungkap Eks Kadis LH Sudah Diperingatkan sejak 2024 Pengelolaan TPST Bantargebang
Bang Doel sapaan akrabnya menekankan, seni memiliki peran fundamental dalam membentuk identitas kota.
Tanpa seni, Jakarta hanya menjadi kumpulan infrastruktur fisik tanpa jiwa. Kehadiran seni membuat kota lebih hidup, reflektif, dan humanis.
“Jakarta tanpa seni hanyalah kumpulan beton. Namun, Jakarta dengan seni adalah kota yang punya jiwa—yang mampu mengingat, mengkritik, hingga menciptakan kembali dirinya,” tuturnya.
BACA JUGA:Cerita Rano Karno Umrah di Tengah Perang Israel-AS vs Iran: 38 Ribu Jemaah Indonesia Tertahan Tak Bisa Pulang
Kreativitas juga kata dia, membutuhkan pengetahuan, riset, disiplin, keberanian, teknologi, jejaring, serta kepekaan sosial.
Seniman saat ini sambung Bang Doel tidak cukup hanya mencipta. Seniman juga harus menjaga ekosistem dan memahami bahasa dunia tanpa kehilangan aksen kampung halamannya.
"Menjadi global tidak boleh membuat kita asing terhadap akar sendiri,” pungkasnya.





