Kemenperin Dorong Wirausaha IKM untuk Pengentasan Kemiskinan

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat upaya mencetak wirausaha industri baru melalui pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM), khususnya bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan pengentasan kemiskinan.

Salah satu upaya konkret dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Pangan yang digelar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 14–16 April 2026. 

Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas manajerial, inovasi produk, serta perluasan akses pasar bagi pelaku usaha.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat pembinaan dan pendampingan bagi pelaku IKM agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Program penumbuhan wirausaha baru harus tepat sasaran dengan dukungan data yang akurat dan terintegrasi, sehingga mampu melahirkan pelaku usaha mandiri, terutama dari kelompok masyarakat rentan,”kata Menperin Agus dalam keterangan tertulis, Senin, 27 April 2026.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan bahwa kegiatan bimtek menjadi tahap penting dalam memastikan keberlanjutan usaha para wirausaha baru.

“Peserta tidak hanya didorong untuk memulai usaha, tetapi juga mampu mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan,”kata Reni.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor IKM mendominasi 99,79 persen dari sekitar 4,4 juta unit usaha industri di Indonesia. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini menyerap lebih dari 65 persen tenaga kerja industri nasional serta memberikan kontribusi signifikan terhadap output industri dan Produk Domestik Bruto (PDB).

“Hal ini menunjukkan bahwa IKM merupakan tulang punggung industri nasional sekaligus berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan,” tambah Reni.

Ia juga menekankan bahwa penguatan wirausaha IKM merupakan bagian dari pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan peningkatan kapasitas, pelaku usaha diharapkan mampu berkembang secara mandiri dan memiliki daya saing tinggi.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menyampaikan bahwa bimtek yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh 25 peserta.

Para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari pembukuan sederhana, pemahaman kekayaan intelektual, pengembangan merek dan kemasan, hingga pelatihan pemasaran digital seperti pembuatan akun e-commerce dan konten promosi.

Selain itu, peserta juga memperoleh pendampingan langsung dari tenaga ahli serta dukungan fasilitas berupa starter kit, sertifikat, dan bantuan operasional untuk menunjang keberlanjutan usaha.

Melalui program ini, Kemenperin berharap pelaku IKM olahan pangan di Sleman dapat berkembang menjadi wirausaha yang mandiri, kompetitif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Kim Jong-un Beri Penghormatan untuk Tentara Korut yang Gugur di Ukraina
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Matangkan Struktur, Perindo Jaktim Optimistis Lolos Verifikasi 2027
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Inter Milan Terancam Rugi Bandar, Liverpool Coba Manfaatkan Celah Kontrak Denzel Dumfries di Bursa Transfer Nanti
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
WNA Minta Tumpangan Gratis, Pengungsi dan Pengawasan Imigrasi Disorot
• 4 jam lalukompas.id
thumb
OJK Targetkan Pasar Modal Sumbang Rp1.812 Triliun dari Kebutuhan Investasi
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.