Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, menyambangi Mapolres Aceh Tengah pada Senin (27/4/2026). Kedatangannya dalam rangka memberikan apresiasi kepada anggota Polres Aceh Tengah yang telah menyelamatkan delapan warga negara (WN) Jepang saat bencana pada akhir November 2025.
Setibanya di lokasi, Furugori Toru disambut langsung oleh Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufiq. Pertemuan ini menjadi ajang penguatan hubungan diplomatik sekaligus koordinasi keamanan bagi warga asing di daerah rawan bencana.
Dalam pernyataannya, Furugori Toru mengungkapkan rasa terima kasih atas respons cepat kepolisian saat delapan WN Jepang terjebak di lokasi proyek pembangkit listrik nasional. Saat itu, akses darat lumpuh total akibat longsor dan banjir yang dipicu cuaca ekstrem.
"Kami sangat menghargai dedikasi Polres Aceh Tengah. Evakuasi ini tidak mudah karena medan yang tertutup material longsor, namun berkat kesigapan petugas, seluruh warga kami berhasil dipindahkan ke lokasi aman tanpa ada korban jiwa," kata Furugori di lokasi.
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufiq, menegaskan bahwa keberhasilan operasi kemanusiaan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, BPBD, dan masyarakat setempat. Menurutnya, keselamatan setiap warga, termasuk warga negara asing, merupakan prioritas utama kepolisian.
"Evakuasi tersebut adalah tanggung jawab kami dalam memberikan perlindungan kepada siapa pun yang berada di wilayah hukum Polres Aceh Tengah, termasuk tamu negara dan tenaga kerja asing," tegas Taufiq.
Selain membahas apresiasi evakuasi, pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan terkait penguatan sistem mitigasi bencana dan pembaruan protokol komunikasi antara pihak kepolisian dan Konsulat Jenderal Jepang di Medan.
Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan warga asing tetap terjamin di tengah potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Kunjungan diakhiri dengan diskusi mengenai perlindungan warga asing secara berkelanjutan dan penyerahan simbolis bentuk apresiasi dari pihak konsulat kepada Polres Aceh Tengah.





