Komnas HAM mengungkapkan temuan adanya 14 orang yang diduga terlibat dalam penyerangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus pada Maret lalu. Belasan pelaku itu diketahui saling berkomunikasi di lapangan hingga melakukan penguntitan dan penyiraman.
Komisioner Pemantauan & Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P Siagian mengatakan temuan itu berdasarkan penelusuran rekaman CCTV, hasil analisis pihak kepolisian, dan keterangan dari sejumlah pihak.
"Berdasarkan hasil analisis dan bukti-bukti berupa rekaman CCTV, hasil analisis cell dump dari kepolisian, teknologi yang digunakan kepolisian untuk mengakses percakapan dari BTS serta keterangan saksi," kata Saurlin dalam konferensi pers, Senin (27/4/2026).
"Berdasarkan kluster rekaman CCTV setidaknya terdapat 14 orang yang saling terhubung di sekitar Yayasan LBHI Jakarta Pusat. Kemudian ditemukan juga sekurang-kurangnya lebih lima OTK lain yang ada di lokasi tersebut dan melakukan aktivitas yang mencurigakan," imbuhnya.
Saurlin menyebut ada tiga terduga pelaku yang tidak berada di lapangan. Sedangkan yang berperan sebagai penyiram air keras terhadap Andrie ada dua orang.
"Dugaan keterlibatan sekurang-kurangnya tiga orang pelaku lain juga ada yang tidak di lapangan. Kemudian dua pelaku eksekutor berpotensi secara cepat diidentifikasi secara langsung akibat luka penyerangan air keras, karena keduanya juga kecipratan," ujarnya.
Komnas HAM juga mengonfirmasi salah satu pelaku berinisial BHWC yang merupakan prajurit TNI terpantau bergerak berangkat dan pulang ke rumah diperuntukkan BAIS TNI saat waktu penyerangan.
"Komnas HAM juga mengonfirmasi bahwa pelaku BHWC melakukan perjalanan pulang dan pergi dari sebuah rumah di Jalan Panglima Polim yang merupakan aset Kemhan yang diperuntukkan untuk BAIS," katanya.
Saurlin mengatakan terduga pelaku 5 mengikuti terduga pelaku 1 yang berboncengan dengan terduga pelaku 2 dari Jalan Panglima Polim hingga Jalan Jenderal Sudirman.
"Dan kemudian kalau kita lihat di foto ini terduga pelaku 5 muncul di kantor YLBHI. Kemudian datanglah juga terduga pelaku 1 dan 2 serta 3 dan 4 bergabung dengan terduga pelaku 5 dan terduga pelaku 14. Kemudian berdiskusi tepat di depan kantor YLBHI. Nah kemudian kita lihat foto itu mereka berkumpul ya, artinya pasti berbicara, berkomunikasi satu dengan yang lain," sambung Saurlin.
(fca/idn)




