Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah mencatat capaian signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Sebanyak 2,2 juta penduduk berhasil keluar dari kategori miskin ekstrem, seiring percepatan pelaksanaan program lintas kementerian dan lembaga.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menyampaikan bahwa angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan dari 1,28 persen menjadi 0,78 persen. Secara jumlah, penduduk miskin ekstrem turun dari 3,56 juta menjadi 2,2 juta orang. Hal itu disampaikan Muhaimin dalam konferensi pers usai Rapat Tingkat Menteri terkait evaluasi pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 yang digelar di Plaza BP Jamsostek, Kuningan, Jakarta, Senin, 27 April 2026.
"Kerja keras kementerian dan lembaga menghasilkan kondisi yang menggembirakan. Hari ini kemiskinan ekstrem turun signifikan," ujar Muhaimin kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Ia menambahkan, sebagian masyarakat juga mulai beranjak dari kategori miskin ekstrem. Tercatat sekitar 0,48 persen penduduk telah "naik kelas" berkat intervensi berbagai program pemerintah.
Ke depan, pemerintah akan mempercepat integrasi dan sinkronisasi program agar penanganan kemiskinan ekstrem semakin efektif. Fokus diarahkan pada penentuan lokasi prioritas (lokus), ketepatan sasaran, serta penguatan kolaborasi antar kementerian dan pemerintah daerah.
"Semua laporan kementerian akan dirajut ulang agar percepatan bisa terjadi dan program yang belum efektif menjadi lebih optimal," jelasnya.
Pemerintah pun menargetkan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen pada tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, berbagai program akan terus dipacu agar lebih terintegrasi dan tepat sasaran.
Selain itu, Muhaimin menegaskan bahwa arah kebijakan anggaran pemerintah saat ini difokuskan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menyebut, puluhan juta warga telah merasakan manfaat dari berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan.
Editor: Redaksi TVRINews





