Komnas HAM Usul Prabowo Bentuk TGPF Penyerangan Andrie Yunus, Buka Peluang Tersangka Lain

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus tidak transparan. Proses pengungkapan kasus oleh TNI seolah menutup celah dugaan keterlibatan pelaku lain.

"Proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Puspom TNI tidak transparan dan akuntabel dalam mengungkap kasus penyerangan tersebut. Penegakan hukum atas hanya kepada 4 orang tersangka berisiko menutup celah pengungkapan adanya pelaku lain," kata Ketua Komnas HAM Anis Hidayah saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM Jakarta, Senin (27/4/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Ada Perubahan Skenario, Pemberi Perintah Awalnya Tak Ingin Kacab Bank di Jakarta Dibunuh

Anis menyebut, penyerangan terhadap Andrie adalah bentuk pelanggaran HAM. Sebab, aksi tersebut melanggar hak seseorang untuk bebas dari penyiksaan, penghukuman atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, merendahkan derajat dan martabat kemanusiaannya, hak atas rasa aman, hak untuk bebas mempunyai, mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat sesuai hati nuraninya, hak turut serta dalam pemerintahah, dan hak memperoleh keadilan.

"Serangan terhadap Andrie Yunus merupakan penyiksaan," tegas Anis.

Anis memastikan, temuan Komnas HAM memastikan serangan air keras terhadap Andrie Yunus menunjukkan pola perencanaan dan pelaksanaan yang terkoordinasi antar pelaku.

Hal ini dibuktikan dari penggunaan H2SO4 sebagai alat serangan, pelaku teridentifikasi sebagai anggota TNI aktif dari BAIS TNI, pola komunikasi antar pelaku, penggunaan aset BAIS TNI sebagai tempat berangkat dan pulangnya pelaku, serta keterlibatan banyak terduga pelaku dalam serangan.

"Keterangan ahli menunjukkan bahwa penyerangan tersebut dilakukan dalam bentuk sebuah kegiatan operasi intelijen," ungkap dia.

Anis menyebut, investigasi Komnas HAM menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie tidak terbatas pada empat orang. Berdasarkan keseluruhan temuan dan analisis, terdapat setidaknya 14 orang yang terlibat secara langsung di lapangan dalam rangkaian peristiwa penyerangan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Guru Tak Lagi Dimuliakan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Bawa Tas Besar Diisi Banyak Barang
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
KA Argo Bromo Tabrak KRL, KAI Fokus Evakuasi Korban
• 5 menit lalukumparan.com
thumb
Video: Nike PHK 1.400 Karyawan, Divisi Teknologi Paling Terdampak
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kepala Yayasan & Pengasuh Daycare Little Aresha Ditetapkan Jadi Tersangka Atas Kasus Kekerasan
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.