Tarik Dana Asing, Pemerintah Siapkan Financial Center di Bali

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Airlangga & CEO Danantara Respons Gejolak IHSG, Ambil Langkah Ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia mempertimbangkan Bali sebagai lokasi untuk pembangunan pusat keuangan internasional atau international financial center Indonesia.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Menteri koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (27/4/2026), saat ditemui di kantornya, Jakarta.

"Ya tentu kita lihat ada kesempatan untuk financial center, untuk kita juga mempersiapkan. Dengan adanya perubahan geopolitik, maka Bali menjadi menarik," ujar Airlangga.


Baca: Lapor ke Prabowo, Luhut: Ekonomi RI 3 Bulan ke Depan Aman & Terjaga

Untuk proses pembangunannya, Airlangga mengatakan, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan regulasinya terlebih dahulu. Nantinya, pengelola Pusat Keuangan Global di Indonesia kata Airlangga akan berasal dari lembaga non-pemerintah, meskipun ada opsi turut dikelola oleh BPI Danantara.

"Seberapa jauh regulasi itu bisa mengakomodasi apa yang diminta oleh pendirian daripada financial center atau family office. Financial center kan seluruhnya dikelola oleh, dalam tanda petik non-pemerintah, tetapi kalau Danantara mengelola boleh juga," ucap Airlangga.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengaku sudah sepakat dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di bawah kepemimpinan Luhut Binsar Panjaitan terkait pembentukan Pusat Keuangan Internasional (International Financial Center) di Indonesia.

Namun, Purbaya mengatakan, pusat keuangan internasional ini nantinya akan didirikan di Indonesia bukan dalam bentuk Family Office sebagaimana yang beredar selama ini, melainkan dalam bentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor Jasa Keuangan.

"Sebetulnya bukan family office, nanti kawasan ekonomi khusus untuk financial sector," kata Purbaya Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Purbaya mengatakan, sudah ada acuan pembangunan KEK sektor Jasa Keuangan yang paling cocok dengan di Indonesia, yakni yang telah terbangun di Dubai. Karenanya, ia menilai proyek pembangunan KEK sektor Jasa Keuangan akan bisa terbangun dalam waktu cepat.

Baca: RI Mau Bikin KEK Sektor Keuangan, Purbaya Bilang Bakal Tiru Dubai

"Yang masuk untuk saya adalah yang model Dubai, gitu. Kita akan kejar dalam waktu dekat," ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, Presiden Prabowo Subianto pun telah sepakat untuk membangun KEK Jasa Keuangan. Pembangunan proyek itu kata dia akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Presiden sudah memberikan perintah dan petunjuk. Jadi Pak Menko Perekonomian akan lead timnya, nantikan kita bantu dari situ," paparnya.


(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Iklim Investasi Diperkuat, Pertek Menghambat Akan Dihapus

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Usulkan Kenaikan Parliamentary Threshold hingga 7 Persen dan Berlaku sampai Daerah
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Tabrakan Kereta Jarak Jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, KCI Lakukan Penanganan di Lokasi
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Efek Megawati Hangestri, Popularitas Hyundai Hillstate Melejit di Media Sosial Selama Bursa Transfer Liga Voli Korea 2026-2027
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Atlet Taekwondo Garbha Polri Juara Umum di Jepang, Kapolri Apresiasi
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pos Segar Rumah Zakat Hadir di HKB 2026 Aceh, Sajikan 1.000 Porsi untuk Peserta
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.