Puncak Jaya, ERANASIONAL.COM – Secercah harapan hadir bagi warga pengungsi di Puncak Jaya, Papua Tengah di tengah situasi mencekam akibat konflik bersenjata.
Letnan Kolonel (Inf) Bagus Kurniawan selaku Komandan Distrik Militer 1714/Puncak Jaya turun langsung meninjau kondisi warga pengungsi yang terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka.
Kunjungan kemanusiaan itu berlangsung di Kampung Tirineri, Distrik Yambi, tempat sekitar 90 warga dari Distrik Sinak mengungsi akibat kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Didampingi personel Kodim 1714/PJ, rombongan tiba dengan aman dan disambut hangat oleh warga serta tokoh gereja setempat, termasuk Pdt. Yandinus Telenggen.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan kebutuhan pokok disalurkan langsung kepada para pengungsi sebagai bentuk kepedulian nyata.
Kolonel Bagus menyampaikan empati mendalam kepada warga yang tengah menghadapi situasi sulit.
“Selamat siang, selamat hari Minggu, Shalom dan salam sejahtera bagi kita semua. Tujuan kami datang ke sini adalah untuk menjenguk Bapak, Mama, dan anak-anak semua yang sedang mengungsi dari Distrik Sinak,” kata Kolonel Bagus, dalam keterangan Puspen TNI yang dikutip pada Senin, (27/4/2026).
Dia mewakili Kodim 1714/PJ menyampaikan kepedulian untuk warga pengungsi.
“Kami dari Kodim membawa sedikit Berkat sembako sebagai tanda kepedulian dan kasih sayang Kodim 1714/PJ kepada keluarga besar di sini,” tutur Kolonel Bagus.
Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan hidup dalam ketidakpastian, kehadiran bantuan ini menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Adapun perwakilan warga pengungsi, Dianus Enumbi, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan TNI.
“Kami mewakili seluruh masyarakat sangat berterima kasih kepada Bapak Dandim karena sudah datang menjenguk dan membawa berkat bagi kami yang sedang mengungsi. Semoga Tuhan selalu memberkati Bapak dan seluruh personel TNI,” tutur Dianus.
Sementara, warga Kampung Tirineri juga berharap situasi keamanan segera pulih agar aktivitas sehari-hari, terutama mencari nafkah, bisa kembali berjalan normal.
Dampak Kekerasan yang Memaksa Warga Mengungsi. Pengungsian ini merupakan dampak langsung dari insiden kekerasan yang terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Kembru, Distrik Sinak.
Peristiwa tersebut dipicu oleh aksi kelompok kriminal bersenjata yang menyebabkan pembakaran rumah, penembakan, hingga korban jiwa.
Trauma mendalam pun tak terhindarkan bagi warga sipil yang menjadi korban.
Akibatnya, puluhan warga terpaksa meninggalkan rumah dan mencari perlindungan di wilayah yang lebih aman.
Kunjungan dan bantuan yang diberikan menjadi simbol kehadiran negara di tengah krisis kemanusiaan.
Selain memberikan bantuan logistik, kehadiran aparat juga diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat. []





