Polisi Ungkap Motif Kekerasan di Daycare Yogyakarta: Mencari Keuntungan

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Yogyakarta: Polresta Yogyakarta  menangkap dan menetapkan 13 tersangka kasus dugaan kekerasan Daycare Little Aresha. Motif ekonomi diduga jadi alasan tindakan kekerasan terhadap puluhan anak di tempat penitipan tersebut.

"Sementara untuk motifnya mereka memberikan jasa penitipan anak (ekonomi)," kata Kepala Polresta Yogyakarta, Komisaris Besar Eva Guna Pandia di Polresta Yogyakarta pada Senin, 27 April 2026.

Baca Juga :

Terungkap! Peran 13 Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta
Eva Guna mengatakan lebih banyak peserta didik yang masuk akan memberikan pemasukan uang untuk lembaga. Di sisi lain, kondisi itu membuat banyak anak tidak tertangani secara benar.

"Anak-anak ini, namanya memang masih kecil karena mereka memang takut mengganggu yang lain sehingga mereka melaksanakan pengikatan memakai tali ini," kata dia.


Kepala Polresta Yogyakarta, Komisaris Besar Eva Guna Pandia. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Komisaris Riski Adrian mengungkapkan setiap satu pengasuh harus menjaga tujuh hingga delapan anak. Padahal, kata dia, jumlah itu tidak ideal dalam melakukan pengasuhan dan pengawasan.

"Artinya seharusnya kan dia membatasi. Karena dari keterangan juga dari wali murid, mereka dijanjikan satu miss itu 2-3 anak. Tapi kenapa masih menampung terus, berarti kan ini memang ada mencari keuntungan," ujar mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Sleman ini.

Informasi sementara yang apparat peroleh, wali atau orang tua anak di Daycare Little Aresha harus membayar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan. Ada menitipkan sepekan penuh atau tujuh hari dan ada yang memilih enam hari dalam sepekan.

"Ada yang cuma sampai Jumat. Ada yang dari jam tujuh sampai jam dua belas. Ada yang dari jam tujuh sampai jam lima. Itu semua ada paket-paketnya," kata Riski. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepala Bapenda Makassar Dampingi Wali Kota Terima Penghargaan Nasional di Hari Otda 2026
• 6 jam laluterkini.id
thumb
KAI Benarkan Berawal dari Taksi Mogok, Kereta Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
• 5 menit laludisway.id
thumb
Kasus 2 ART Lompat di Benhil, Polisi Dalami Dugaan Penyekapan hingga TPPO
• 5 jam laludisway.id
thumb
Legenda AC Milan Sindir Habis Pulisic Usai Imbang Lawan Juventus: Dia yang Terburuk di Lapangan, Tak Ada Chemistry dengan Leao
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Usul Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Sahroni Nasdem: Kami Dukung
• 7 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.