Beijing, VIVA - Langkah berbeda ditunjukkan Jetour International dalam ajang Auto China 2026. Untuk pertama kalinya, perusahaan ini menampilkan dua merek sekaligus, yakni Jetour dan Soueast, dalam satu panggung yang sama. Strategi ini menjadi sinyal kuat arah baru pabrikan asal China tersebut dalam memperluas pengaruh di pasar global.
Penggabungan dua merek dalam satu ekosistem bukan sekadar langkah branding, melainkan bagian dari pendekatan multi-brand yang kini mulai banyak diadopsi pabrikan otomotif China. Tujuannya jelas, menjangkau segmen konsumen yang lebih luas dengan karakter produk yang berbeda, namun tetap berada dalam satu payung strategi.
Presiden Jetour International, Ke Chuandeng, menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi global “Travel+” yang kini menjadi fondasi pengembangan perusahaan. Menurutnya, perusahaan tidak lagi hanya fokus pada pengembangan kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem mobilitas yang terintegrasi dengan gaya hidup dan pengalaman pengguna.
“Travel+” sendiri kini berkembang dari sekadar konsep produk menjadi pendekatan menyeluruh yang mencakup koneksi emosional, budaya, hingga aktivitas komunitas. Dalam konteks ini, kehadiran Soueast melengkapi peran Jetour sebagai merek yang lebih dulu dikenal dengan DNA SUV dan gaya hidup petualangan.
Dari sisi produk, kedua merek ini membawa karakter berbeda. Pabrikan tetap menonjolkan lini SUV berbasis teknologi elektrifikasi dan kemampuan off-road, seperti T2 i-DM yang mengusung sistem plug-in hybrid dengan efisiensi tinggi dan jarak tempuh lebih dari 1.000 km.
Sementara itu, Jetour G700 hadir sebagai SUV off-road premium dengan performa ekstrem. Tenaga besar, fitur differential lock, hingga suspensi adaptif menunjukkan fokus Jetour dalam menggarap segmen petualangan kelas atas.
Di sisi lain, Soueast S08 DM hadir untuk mengisi kebutuhan mobilitas yang lebih beragam, termasuk konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi dalam penggunaan sehari-hari. Diferensiasi ini memperlihatkan bagaimana strategi multi-brand mampu menghindari tumpang tindih produk di dalam satu grup.
Tak hanya berhenti pada produk, strategi global ini juga diperkuat melalui pembangunan komunitas. Hingga kini, pabrikan telah memiliki lebih dari 300 komunitas pengguna di berbagai negara, dengan ratusan aktivitas yang digelar sepanjang tahun. Pendekatan ini menjadi cara efektif untuk membangun loyalitas sekaligus memperkuat citra merek di tingkat global.





