Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) pada Senen, 27 April 2026 di Istana Negara, Jakarta.
Pengangkatannya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Badan Karantina Indonesia.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Karding saat mengucapkan sumpah pelantikan.
Upacara pelantikan Abdul Kadir Karding digelar bersamaan dengan prosesi pelantikan pejabat negara lainnya, yaitu Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, dan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Profil Abdul Kadir Karding dan Karir PolitiknyaAbdul Kadir Karding lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada tanggal 25 Maret 1973. Masa kecil dan remajanya ia habiskan di kota kelahirannya, sebelum melanjutkan pendidikan menengah atas di Palu.
Ia kemudian melanjutkan studi tinggi di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, dengan mengambil jurusan Perikanan, tak puas disitu ia kemudain mengambil studu magisternya di kampus yang sama dengan jurusan Administrasi Publik.
Aktivitas organisasi kemahasiswaan menjadi salah satu pondasi penting dalam kariernya. Karding tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan UNDIP (1994-1995) dan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada periode 1995-1996. Keterlibatan ini membentuk jaringan dan pengalaman yang membawanya lebih jauh ke ranah politik nasional.
Karding mengawali kiprahnya di dunia politik pada akhir 1990-an. Pada Pemilu 1999, ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah. Dalam jajaran DPRD Jawa Tengah, ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi E sejak 1999 hingga 2001, kemudian naik menjadi Ketua Fraksi PKB pada 2001-2003, dan selanjutnya Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah.
Memasuki tingkat nasional, Abdul Kadir Karding berhasil memperoleh kursi anggota DPR RI pada Pemilu 2009 untuk daerah pemilihan Jawa Tengah VI. Ia memegang posisi di DPR RI selama tiga periode berturut-turut, yakni 2009 hingga 2024. Dalam periode ini, Karding menduduki posisi strategis sebagai Ketua Komisi VIII yang berfokus pada agama, sosial, kebencanaan, dan pemberdayaan perempuan. Selain itu, ia juga pernah memimpin sejumlah fraksi dan badan di DPR RI, seperti Wakil Ketua Fraksi PKB dan Sekretaris Fraksi MPR PKB.
Di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Karding memiliki peran penting sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB pada periode 2014-2019 dan Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah. Posisi-posisi ini menunjukkan kepercayaan partai terhadap kapasitasnya dalam mengelola organisasi dan strategi politik, sekaligus memperkuat pengaruhnya di tingkat nasional.
Kembalinya Abdul Kadir Karding di Kabinet Merah PutihAbdul Kadir Karding sempat menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada 2024-2025 dalam Kabinet Merah Putih. Posisi ini semakin mengukuhkan peran Karding sebagai tokoh penting di bidang perlindungan hak-hak tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Selama masa jabatannya, ia turut mengawal kebijakan perlindungan pekerja migran dan berbagai program pemberdayaan dalam sektor tersebut.
Namun, pada September 2025, Karding mengalami pergantian jabatan (reshuffle) yang dilakukan Presiden Prabowo. Ia dicopot dari posisi Menteri P2MI dan digantikan oleh Mukhtarudin.
Setelah beberapa bulan, pada April 2026, Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) oleh Presiden Prabowo di Istana Negara. Penunjukan ini menandai babak baru kariernya, dari eksekutif kementerian ke posisi strategis yang berkaitan dengan pengawasan komoditas nasional.
Baca Juga:BMKG Catat Suhu Terpanas 24 Jam Terakhir di Berbagai Wilayah Indonesia





