Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Bekasi
Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek 4 dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.55 WIB.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyampaikan bahwa korban meninggal telah dievakuasi ke rumah sakit. Ia juga menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut.
“Tercatat di rumah sakit ada dua korban meninggal dunia. Kami dari Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa sebesar-besarnya,” ujar Franoto, Senin, 27 April 2026.
Insiden ini diduga bermula dari sebuah taksi yang menabrak KRL di perlintasan sebidang (JPL) kawasan Bulak Kapal. Benturan tersebut menyebabkan rangkaian KRL berhenti di lintasan rel.
“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL dekat Bulak Kapal,” kata Franoto.
Saat KRL berhenti di jalur tersebut, KA Argo Bromo Anggrek 4 relasi Gambir–Surabaya Pasarturi melaju di lintasan yang sama dari arah belakang. Kereta jarak jauh tersebut tidak dapat berhenti tepat waktu, sehingga terjadi tabrakan susulan.
“Temperan itu yang membuat KRL terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ucap Franoto.
Selain dua korban meninggal dunia, sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka, termasuk yang sempat terjepit di dalam rangkaian kereta saat kejadian.
Petugas gabungan masih melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian serta penanganan terhadap korban. Jalur kereta api di kawasan Bekasi Timur untuk sementara belum dapat dilalui, sehingga berdampak pada perjalanan kereta api jarak jauh maupun komuter.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden ini. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, sebelumnya juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” tutur Anne.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. KAI bersama instansi terkait akan terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan penanganan di lapangan.
Editor: Redaksi TVRINews





